Cover tidak tersedia
Judul
Penanganan kasus illegal logging kayu jenis eboni (hitam) di kabupaten Mamuju Sulawesi Barat oleh Polsek Kalukku
Pengarang
Bambang Yugo Pamungkas
No. Panggil
47-07-057
Penerbit
PTIK
Tahun
2007
Subjek

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 47-07-057
100Entri Utama Nama orang 243
245Judul Utama Penanganan kasus illegal logging kayu jenis eboni (hitam) di kabupaten Mamuju Sulawesi Barat oleh Polsek Kalukku
100aNo. Mahasiswa 5748
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2007
300Deskripsi Fisik xii, 124 p. : ill. , 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak <p>Sejak kayu eboni ditetapkan sebagai flora langka, segala aktivitas yang berkaitan dengan eksploitasi sumber daya alam ini tidak lagi mendapat ijin dan pemerintah, baik penebangan, pengangkutan, maupun pengolahannya. Wilayah kabupaten Mamuju, Sulawesi carat sebagai salah satu daerah penghasil kayu eboni selalu mendapat sorotan terkait masih adanya praktek-praktek illegal logging kayu eboni yang terjadi di daerah ini, dan Polsek Kalukku yang merupakan salah satu Polsek di jajaran Polres Mamuju yang memiliki areal hutan eboni yang cukup besar, meliputi 2 (dua) wilayah kecamatan, yaitu areal hutan yang ada di kecamatan Kalukku dan kecamatan Papalang. Masih terjadinya praktek illegal logging kayu eboni menuntut Polsek Kalukku untukemelakukan penanganan terhadap kasus-kasus illegal logging kayo eboni yang terjadi diwilayah ini. <p>Di dalam skripsi ini membahas mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan penanganan illegal logging kayu eboni yang dilakukan oleh Polsek Kalukku, antara lain yaitu, Pertama, bagaimana upaya penanganan baik secara pre-emtif, preventif serta represif yang dilakukan Polsek KaIukku selama ini terkait dengan kasus-kasus illegal logging yang terjadi. Kedua, faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi masyarakat di wilayah Kabupaten Mamuju, khususnya yang menjadi daerah hukum Polsek Kalukku yaitu wilayah kecamatan Kalukku dan Papalang, masih melakukan praktek illegal logging kayu eboni di wilayah ini. Ketiga, faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala dan yang dapat mendukung upaya yang dilakukan oleh Polsek Kalukku dalam menangani kasus-kasus illegal logging yang terjadi. Keempat, kondisi apa yang diharapkan baik oleh masyarakat maupun oleh samping dari penanganan illegal logging yang telah dilakukan oleh Polsek Kalukku. <p>Penelitian ini menggunakan teori-teori yang diungkapkan oleh Abraham Maslow tentang teori hirarki kebutuhan, didukung oleh teori efek jera (Deterrence Theory) dari aliran Mazhab Klasik dan analisa terhadap teori SWOT. Konsep yang digunakan yaitu konsep karakteristik masyarakat kearah hutan-kota, dan konsep mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi illegal logging. Yang diperjelas Iagi menurut pengertian yang terdapat di dalam peraturan perundang-undangan baik yang mengatur tentang Polri sebagaimana disebut dalam UU No 2 Tahun 2002, maupun yang mengatur tentang kehutanan sebagaimana disebut dalam UU No 4I tahun 1999. <p>Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui kegiatan-kegiatan pengumpulan data empirik di lapangan untuk kemudian dilakukan analisa dan pembahasan sesuai dengan konsep dan teori yang relevan yang dianggap mampu menjelaskan tentang fenomena permasalahan yang sedang diteliti. <p>Secara garis besar dalam pelaksanaan penelitian ditemukan bahwa pelaksanaan penanganan kasus-kasus illegal logging yang terjadi di wilayah Kalukku masih belum optimal, terkait dengan masih ditemukannya kendala-kendala yang mengahambat pelaksanaan penanganan tersebut. Meskipun upaya konkrit melalui Iangkah pembinaan, pencegahan dan penindakan telah dilakukan oleh Polsek Kalukku namun pada kenyataannya kondisi yang diharapkan masih belum mampu untuk diraih.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang Wik Jatmika, Andriyanto Basuno
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang Penguji, Pembimbing
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
47-07-057 47-07-057 47-07-057 TERSEDIA

Abstrak

<p>Sejak kayu eboni ditetapkan sebagai flora langka, segala aktivitas yang berkaitan dengan eksploitasi sumber daya alam ini tidak lagi mendapat ijin dan pemerintah, baik penebangan, pengangkutan, maupun pengolahannya. Wilayah kabupaten Mamuju, Sulawesi carat sebagai salah satu daerah penghasil kayu eboni selalu mendapat sorotan terkait masih adanya praktek-praktek illegal logging kayu eboni yang terjadi di daerah ini, dan Polsek Kalukku yang merupakan salah satu Polsek di jajaran Polres Mamuju yang memiliki areal hutan eboni yang cukup besar, meliputi 2 (dua) wilayah kecamatan, yaitu areal hutan yang ada di kecamatan Kalukku dan kecamatan Papalang. Masih terjadinya praktek illegal logging kayu eboni menuntut Polsek Kalukku untukemelakukan penanganan terhadap kasus-kasus illegal logging kayo eboni yang terjadi diwilayah ini. <p>Di dalam skripsi ini membahas mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan penanganan illegal logging kayu eboni yang dilakukan oleh Polsek Kalukku, antara lain yaitu, Pertama, bagaimana upaya penanganan baik secara pre-emtif, preventif serta represif yang dilakukan Polsek KaIukku selama ini terkait dengan kasus-kasus illegal logging yang terjadi. Kedua, faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi masyarakat di wilayah Kabupaten Mamuju, khususnya yang menjadi daerah hukum Polsek Kalukku yaitu wilayah kecamatan Kalukku dan Papalang, masih melakukan praktek illegal logging kayu eboni di wilayah ini. Ketiga, faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala dan yang dapat mendukung upaya yang dilakukan oleh Polsek Kalukku dalam menangani kasus-kasus illegal logging yang terjadi. Keempat, kondisi apa yang diharapkan baik oleh masyarakat maupun oleh samping dari penanganan illegal logging yang telah dilakukan oleh Polsek Kalukku. <p>Penelitian ini menggunakan teori-teori yang diungkapkan oleh Abraham Maslow tentang teori hirarki kebutuhan, didukung oleh teori efek jera (Deterrence Theory) dari aliran Mazhab Klasik dan analisa terhadap teori SWOT. Konsep yang digunakan yaitu konsep karakteristik masyarakat kearah hutan-kota, dan konsep mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi illegal logging. Yang diperjelas Iagi menurut pengertian yang terdapat di dalam peraturan perundang-undangan baik yang mengatur tentang Polri sebagaimana disebut dalam UU No 2 Tahun 2002, maupun yang mengatur tentang kehutanan sebagaimana disebut dalam UU No 4I tahun 1999. <p>Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui kegiatan-kegiatan pengumpulan data empirik di lapangan untuk kemudian dilakukan analisa dan pembahasan sesuai dengan konsep dan teori yang relevan yang dianggap mampu menjelaskan tentang fenomena permasalahan yang sedang diteliti. <p>Secara garis besar dalam pelaksanaan penelitian ditemukan bahwa pelaksanaan penanganan kasus-kasus illegal logging yang terjadi di wilayah Kalukku masih belum optimal, terkait dengan masih ditemukannya kendala-kendala yang mengahambat pelaksanaan penanganan tersebut. Meskipun upaya konkrit melalui Iangkah pembinaan, pencegahan dan penindakan telah dilakukan oleh Polsek Kalukku namun pada kenyataannya kondisi yang diharapkan masih belum mampu untuk diraih.

File Digital

47-07-057.pdf
skripsi/47-07-057.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
243; Wik Jatmika, Andriyanto Basuno. (2007). Penanganan kasus illegal logging kayu jenis eboni (hitam) di kabupaten Mamuju Sulawesi Barat oleh Polsek Kalukku. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.