Cover tidak tersedia
Judul
Penaggulangan kejahatan terhadap perusakan kawasan ekosistem hutan Mangrove di Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut oleh Polres Langkat
Pengarang
Zulham Effendy
No. Panggil
46-07-158
Penerbit
PTIK
Tahun
2007
Subjek

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 46-07-158
100Entri Utama Nama orang 183
245Judul Utama Penaggulangan kejahatan terhadap perusakan kawasan ekosistem hutan Mangrove di Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut oleh Polres Langkat
100aNo. Mahasiswa 5443
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2007
300Deskripsi Fisik xii, 104 p. : ill . , 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak <p>Hutan mangrove merupakan hutan yang memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia maupun flora dan fauna yang ada. Kondisi hutan mangrove yang baik sangat membantu kehidupan makhluk yang ada di dalamnya. Manfaat adanya hutan mangrove antara lain sebagai pelindung alami yang paling kuat dan praktis untuk menahan erosi pantai, menyediakan berbagai jenis hutan sperti kayu bakar, alkohol, gula, bahan penyamak kulit, bahan atap, bahan perahu dan lain sebagainya, serta sebagai tempat hidup dan berkembang biak ikan, udang, burung, monyet, buaya dan satwa liar lain. Untuk itu pelestarian dan kelangsungan hutan mangrove ini harus dijaga dan dilindungi. <p>Penelitian ini berkaitan dengan masalah kejahatan yang terjadi terhadap perusakan kawasan ekosistem hutan mangrove di Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut Dimmna metode yang diguiakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan tentang kasus perusakan/perambahan terhadap keutuhan kawasan ekosistem hutan mangrove yang terletak di kawasan Suaka Margasatwa Langkat timur laut. <p>Perusakan/perambahan yang terjadi di kawasan hutan mangrove tersebut banyak dilakukan oleh masyarakat sekitar dengan melakukan penebangan terhadap pohon kayu untuk dijadikan bahan baku pembuatan kayu arang. Lahan yang sudah kosong kemudian di jadikan areal perkebunan sawit dan pertambakan, kemudian sebagian lahan dijual kepada para pengusaha yang memiliki dana/modal untuk mengelola lahan tersebut. Hal ini sudah berlangsung lama karena lemahnya kontrol sosial dalam masyarakat serta adanya proses pembiaran dari aparat maupun pemerintah setempat. Masyarakat dan pengusaha yang melakukan perusakan/perambahan di kawasan tersebut umumnya di karenakan adanya suatu anomi dimana kondisi ekonomi masyarakat yang ada pada saat itu dalam keadaan sulit akibat adanya krisis moneter. <p>Polres Langkat selaku aparat Kepolisian yang bertanggungjawab terhadap permasalahan ini, telah melakukan berbagai upaya penanggulangan. Upaya penanggulangan yang dilakukan oleh Polres Langkat dengan menggunakan sarana non-penal berupa tindakan Preemtif dan preventif yaitu dengan memberikan penyuluhan dan pemberitahuan kepada para perambah (pelaku) serta melakukan kegiatan patroli bersama dengan Balai KSDA selaku lembaga yang bertugas untuk menjaga dan mengawasi kawasan tersebut. Sarana penal (represif) yang dilakukan oleh Polres Langkat adalah melakukan penegakkan hukum/penyidikan terhadap para pelaku perusakan/perambahan terhadap kawasan tersebut. Namun ditengah upaya yang dilakukan oleh Polres Langkat masih dijumpai kendala yang mempengaruhi dalam proses penanggulangan. Kendala itu antara lain tidak adanya tapal batas yang jelas tentang kawasan itu, tidak adanya dukungan dana dan sarana dari pemda maupun Balai KSDA, kurangnya pengetahuan penyidik dalam penanganan kasus, adanya sertifikat hak milik yang dimiliki oleh para perambah (pelaku).
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang Pakpahan, Nunung M. Sofjan
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang Penguji, Pembimbing
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
46-07-158 46-07-158 46-07-158 TERSEDIA

Abstrak

<p>Hutan mangrove merupakan hutan yang memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia maupun flora dan fauna yang ada. Kondisi hutan mangrove yang baik sangat membantu kehidupan makhluk yang ada di dalamnya. Manfaat adanya hutan mangrove antara lain sebagai pelindung alami yang paling kuat dan praktis untuk menahan erosi pantai, menyediakan berbagai jenis hutan sperti kayu bakar, alkohol, gula, bahan penyamak kulit, bahan atap, bahan perahu dan lain sebagainya, serta sebagai tempat hidup dan berkembang biak ikan, udang, burung, monyet, buaya dan satwa liar lain. Untuk itu pelestarian dan kelangsungan hutan mangrove ini harus dijaga dan dilindungi. <p>Penelitian ini berkaitan dengan masalah kejahatan yang terjadi terhadap perusakan kawasan ekosistem hutan mangrove di Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut Dimmna metode yang diguiakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan tentang kasus perusakan/perambahan terhadap keutuhan kawasan ekosistem hutan mangrove yang terletak di kawasan Suaka Margasatwa Langkat timur laut. <p>Perusakan/perambahan yang terjadi di kawasan hutan mangrove tersebut banyak dilakukan oleh masyarakat sekitar dengan melakukan penebangan terhadap pohon kayu untuk dijadikan bahan baku pembuatan kayu arang. Lahan yang sudah kosong kemudian di jadikan areal perkebunan sawit dan pertambakan, kemudian sebagian lahan dijual kepada para pengusaha yang memiliki dana/modal untuk mengelola lahan tersebut. Hal ini sudah berlangsung lama karena lemahnya kontrol sosial dalam masyarakat serta adanya proses pembiaran dari aparat maupun pemerintah setempat. Masyarakat dan pengusaha yang melakukan perusakan/perambahan di kawasan tersebut umumnya di karenakan adanya suatu anomi dimana kondisi ekonomi masyarakat yang ada pada saat itu dalam keadaan sulit akibat adanya krisis moneter. <p>Polres Langkat selaku aparat Kepolisian yang bertanggungjawab terhadap permasalahan ini, telah melakukan berbagai upaya penanggulangan. Upaya penanggulangan yang dilakukan oleh Polres Langkat dengan menggunakan sarana non-penal berupa tindakan Preemtif dan preventif yaitu dengan memberikan penyuluhan dan pemberitahuan kepada para perambah (pelaku) serta melakukan kegiatan patroli bersama dengan Balai KSDA selaku lembaga yang bertugas untuk menjaga dan mengawasi kawasan tersebut. Sarana penal (represif) yang dilakukan oleh Polres Langkat adalah melakukan penegakkan hukum/penyidikan terhadap para pelaku perusakan/perambahan terhadap kawasan tersebut. Namun ditengah upaya yang dilakukan oleh Polres Langkat masih dijumpai kendala yang mempengaruhi dalam proses penanggulangan. Kendala itu antara lain tidak adanya tapal batas yang jelas tentang kawasan itu, tidak adanya dukungan dana dan sarana dari pemda maupun Balai KSDA, kurangnya pengetahuan penyidik dalam penanganan kasus, adanya sertifikat hak milik yang dimiliki oleh para perambah (pelaku).

File Digital

46-07-158.pdf
skripsi/46-07-158.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
183; Pakpahan, Nunung M. Sofjan. (2007). Penaggulangan kejahatan terhadap perusakan kawasan ekosistem hutan Mangrove di Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut oleh Polres Langkat. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.