Cover tidak tersedia
Judul
Penyidikan kayu ilegal melalui pelabuhan Tanjung Priok oleh Polres kesatuan pelaksana pengamanan pelabuhan Tanjung Priok
Pengarang
Zatil Usna
No. Panggil
46-07-148
Penerbit
PTIK
Tahun
2007
Subjek

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 46-07-148
100Entri Utama Nama orang 173
245Judul Utama Penyidikan kayu ilegal melalui pelabuhan Tanjung Priok oleh Polres kesatuan pelaksana pengamanan pelabuhan Tanjung Priok
100aNo. Mahasiswa 5831
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2007
300Deskripsi Fisik xiii, 94 p. : ill. , 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui modus operandi kayu ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok, untuk mengetahui pelaksanaan penyidikan kayu ilegal oleh Sat Reskrim Polres KP3 Tanjung Priok dan untuk mengetahui dan memahami faktor-faktor apa yang mempengaruhi penyidikan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian mengunakan metode penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara untuk mendapatkan data primer yaitu berdasarkan informasi atau keterangan dari sumber data informasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara studi dokumen yaitu pengumpulan data dari Sat Reskrim Polres KP3 Tanjung Priok berupa Berkas Perkara. <p>Berdasarkan temuan modus operandi kayu ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok adalah lebih ditekan kepada penggunaan dokumen SKSHH tidak sesuai peruntukan. Bentuk-bentuk modus operandi adalah dokumen palsu, dokumen SKSHH tidak sesuai dengan isinya, dokumen SKSHH tidak ada dan menggunakan faktor sebagai pengganti SKSHH. <p>Dalam melaksanakan penyidikan Sat Reskrim Polres KP3 selalu berpedoman pada peraturan berlaku dan sesuai dengan hukum acara pidana tapi untuk penerapan pasal dokumen palsu belum sesuai KUHP. Dalam melaksanakan penyidikan ada faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu ada faktor pendukung seperti ada transparansi dalam penyidikan, integritas moral penyidik/penyidik pembantu masih tinggi dan ada peraturan hukum jelas sebagai landasan untuk melaksanakan penyidikan. Sedang faktor penghambat yaitu kemampuan penyidik/penyidik pembantu kurang, kurang biayalanggaran dan kurang sarana dan prasarana dalam melaksanakan penyidikan. <p>Kesimpulan ada kayu ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok, hal ini merupakan salah satu bentuk tindakan pelanggaran hukum terhadap kekayaan alam berupa pengangkutan kayu secara ilegal, dapat dijerat dengan Pasal 50 ayat (3) huruf h Undang Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. <p>Penyidikan yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Tanjung Priok belum optimal karena masih ada kasus kayu ilegal dalam proses penyidikan. Adapun saran adalah untuk meningkatkan kemampuan penyidik/penyidik pembantu harus dilakukan pendidikan atau latihan-latihan tentang penyidikan terutama penyidikan illegal logging sehinga tercipta penyidik/penyidik pembantu yang profesional dan proporsional.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang M. Said Saile, Nurdin Umar
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang Penguji, Pembimbing
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
46-07-148 46-07-148 46-07-148 TERSEDIA

Abstrak

<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui modus operandi kayu ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok, untuk mengetahui pelaksanaan penyidikan kayu ilegal oleh Sat Reskrim Polres KP3 Tanjung Priok dan untuk mengetahui dan memahami faktor-faktor apa yang mempengaruhi penyidikan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian mengunakan metode penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara untuk mendapatkan data primer yaitu berdasarkan informasi atau keterangan dari sumber data informasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara studi dokumen yaitu pengumpulan data dari Sat Reskrim Polres KP3 Tanjung Priok berupa Berkas Perkara. <p>Berdasarkan temuan modus operandi kayu ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok adalah lebih ditekan kepada penggunaan dokumen SKSHH tidak sesuai peruntukan. Bentuk-bentuk modus operandi adalah dokumen palsu, dokumen SKSHH tidak sesuai dengan isinya, dokumen SKSHH tidak ada dan menggunakan faktor sebagai pengganti SKSHH. <p>Dalam melaksanakan penyidikan Sat Reskrim Polres KP3 selalu berpedoman pada peraturan berlaku dan sesuai dengan hukum acara pidana tapi untuk penerapan pasal dokumen palsu belum sesuai KUHP. Dalam melaksanakan penyidikan ada faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu ada faktor pendukung seperti ada transparansi dalam penyidikan, integritas moral penyidik/penyidik pembantu masih tinggi dan ada peraturan hukum jelas sebagai landasan untuk melaksanakan penyidikan. Sedang faktor penghambat yaitu kemampuan penyidik/penyidik pembantu kurang, kurang biayalanggaran dan kurang sarana dan prasarana dalam melaksanakan penyidikan. <p>Kesimpulan ada kayu ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok, hal ini merupakan salah satu bentuk tindakan pelanggaran hukum terhadap kekayaan alam berupa pengangkutan kayu secara ilegal, dapat dijerat dengan Pasal 50 ayat (3) huruf h Undang Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. <p>Penyidikan yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Tanjung Priok belum optimal karena masih ada kasus kayu ilegal dalam proses penyidikan. Adapun saran adalah untuk meningkatkan kemampuan penyidik/penyidik pembantu harus dilakukan pendidikan atau latihan-latihan tentang penyidikan terutama penyidikan illegal logging sehinga tercipta penyidik/penyidik pembantu yang profesional dan proporsional.

File Digital

46-07-148.pdf
skripsi/46-07-148.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
173; M. Said Saile, Nurdin Umar. (2007). Penyidikan kayu ilegal melalui pelabuhan Tanjung Priok oleh Polres kesatuan pelaksana pengamanan pelabuhan Tanjung Priok. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.