Cover tidak tersedia
Judul
Strategi Polres Kutai Kartanegara dalam menanggulangi demonstrasi penduduk terhadap aparat keamanan sebagai dampak pemberantasan illegal logging
Pengarang
Aditya Surya Dharma
No. Panggil
46-07-043
Penerbit
PTIK
Tahun
2007
Subjek

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 46-07-043
100Entri Utama Nama orang 68
245Judul Utama Strategi Polres Kutai Kartanegara dalam menanggulangi demonstrasi penduduk terhadap aparat keamanan sebagai dampak pemberantasan illegal logging
100aNo. Mahasiswa 5880
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2007
300Deskripsi Fisik xi, 94 p : ill. , 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak <p>Tradisi yang turun-menurun dalam melakukan penebangan hutan oleh masyarakat setempat diperbolehkan untuk memanfaatkan hasil hutan. Padahal dalam kenyataan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Undang Undang No. 41 Tahun 1999, tentang Kehutanan, di Propinsi Kalimantan Timur tidak terdapat hutan yang dikategorikan sebagai hutan adat. Kebiasaan masyarakat yang sudah berjalan cukup lama dari generasi ke generasi yang memanfaakan penebangan potion dihutan serta telah mulai berubah dari sekedar kebutuhan sehari-hari, seperti untuk membangun rumah tinggalnya, kandang hewan peliharaannya dan sebagai kayu bakarlbahan untuk mengolah makanan atau memasak kini telah berubah menjadi mata pencaharian dan mulai sulit untuk dikendalikanldicegah. Maka dengan kondisi tersebut upaya untuk menegakkan hukum dari para penegak hukum akan mengalami kesulitan dikarenakan akan menimbulkan dampak konflik, kekerasan dan unjuk rasa dari masyarakat sekitar. <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat studi kasus Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisa deskriptif. Sedangkan pelaksanaan penelitian ini dilakukan di wilayah hukum Polres Kukar antara bulan Desember 2006 hingga Januari 2007. <p>Temuan penelitian diperoleh pertama, demonstrasi penduduk yang dilakukan untuk menuntut pengangkutan kayu yang di bawah 5 m3 tidak memerlukan dokumen yang sah dan adanya provokator dari tokoh yaang berpengaruh. Kedua, strategi yang diterapkan menggunakan sistem pengendalian sosial yang meliputi dari: persuasif, coercive, preventif, represif, dan juga melakukan penyuluhan (pre-emtif), serta koordinasi, Ketiga, Belum terwujudnya program perpolisian masyarakat, kekuatan personel Palms Kukar yang tidak seimbang, mental personel Palri, adanya pembentukan HIPKABA cabang Kabupaten Kukar, kondisi perekonomian masyarakat, kurangnya kesadaran masyarakat. <p>Dalam pembahasan, penulis menggunakan teori-teori, anomie atau strain, pengendalian sosial (social control), perilaku/tingkah laku (konasi) dan konsep-konsep, strategi, koordinasi, fungsi kepolisian, penegakkan hukum, illegal logging, pencegahan kejahatan, hutan, konflik, dan demonstrasi <p>Kesimpulan, Strategi yang dilakukan Polres Kukar dalam menangani demonstrasi penduduk akibat illegal logging sudah cukup baik walaupun belum dapat meredam keinginan masyarakat berunjuk rasa dan hubungan antara masyarakat dengan aparat kepolisian masih memiliki pertentangan (konflik). Hal ini dapat dilihat dari frekwensi dari unjuk rasa dalam tahun 2006 sexing terjadi Saran yang diberikan adalah Polres Kukar harus dapat merangkul tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh adat untuk dapat melakukan pendekatan kepada masyarakat. Kemudian tokoh-tokoh tersebut diberdayakan dalam bentuk organisasi yang berorientasi kesadaran terhadap hukum.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang Bambang Indriyanto, C.N. Patty
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang Penguji, Pembimbing
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
46-07-043 46-07-043 46-07-043 TERSEDIA

Abstrak

<p>Tradisi yang turun-menurun dalam melakukan penebangan hutan oleh masyarakat setempat diperbolehkan untuk memanfaatkan hasil hutan. Padahal dalam kenyataan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Undang Undang No. 41 Tahun 1999, tentang Kehutanan, di Propinsi Kalimantan Timur tidak terdapat hutan yang dikategorikan sebagai hutan adat. Kebiasaan masyarakat yang sudah berjalan cukup lama dari generasi ke generasi yang memanfaakan penebangan potion dihutan serta telah mulai berubah dari sekedar kebutuhan sehari-hari, seperti untuk membangun rumah tinggalnya, kandang hewan peliharaannya dan sebagai kayu bakarlbahan untuk mengolah makanan atau memasak kini telah berubah menjadi mata pencaharian dan mulai sulit untuk dikendalikanldicegah. Maka dengan kondisi tersebut upaya untuk menegakkan hukum dari para penegak hukum akan mengalami kesulitan dikarenakan akan menimbulkan dampak konflik, kekerasan dan unjuk rasa dari masyarakat sekitar. <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat studi kasus Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisa deskriptif. Sedangkan pelaksanaan penelitian ini dilakukan di wilayah hukum Polres Kukar antara bulan Desember 2006 hingga Januari 2007. <p>Temuan penelitian diperoleh pertama, demonstrasi penduduk yang dilakukan untuk menuntut pengangkutan kayu yang di bawah 5 m3 tidak memerlukan dokumen yang sah dan adanya provokator dari tokoh yaang berpengaruh. Kedua, strategi yang diterapkan menggunakan sistem pengendalian sosial yang meliputi dari: persuasif, coercive, preventif, represif, dan juga melakukan penyuluhan (pre-emtif), serta koordinasi, Ketiga, Belum terwujudnya program perpolisian masyarakat, kekuatan personel Palms Kukar yang tidak seimbang, mental personel Palri, adanya pembentukan HIPKABA cabang Kabupaten Kukar, kondisi perekonomian masyarakat, kurangnya kesadaran masyarakat. <p>Dalam pembahasan, penulis menggunakan teori-teori, anomie atau strain, pengendalian sosial (social control), perilaku/tingkah laku (konasi) dan konsep-konsep, strategi, koordinasi, fungsi kepolisian, penegakkan hukum, illegal logging, pencegahan kejahatan, hutan, konflik, dan demonstrasi <p>Kesimpulan, Strategi yang dilakukan Polres Kukar dalam menangani demonstrasi penduduk akibat illegal logging sudah cukup baik walaupun belum dapat meredam keinginan masyarakat berunjuk rasa dan hubungan antara masyarakat dengan aparat kepolisian masih memiliki pertentangan (konflik). Hal ini dapat dilihat dari frekwensi dari unjuk rasa dalam tahun 2006 sexing terjadi Saran yang diberikan adalah Polres Kukar harus dapat merangkul tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh adat untuk dapat melakukan pendekatan kepada masyarakat. Kemudian tokoh-tokoh tersebut diberdayakan dalam bentuk organisasi yang berorientasi kesadaran terhadap hukum.

File Digital

46-07-043.pdf
skripsi/46-07-043.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
68; Bambang Indriyanto, C.N. Patty. (2007). Strategi Polres Kutai Kartanegara dalam menanggulangi demonstrasi penduduk terhadap aparat keamanan sebagai dampak pemberantasan illegal logging. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.