Cover tidak tersedia
- Judul
- Kegiatan pemolisian kasus perambahan hutan di wilayah administrasi kota Batu oleh Polres Batu
- Pengarang
- Sachroni Anwar
- No. Panggil
- 46-07-034
- Penerbit
- PTIK
- Tahun
- 2007
- Subjek
Metadata Lengkap
| 090No. Panggil Setempat | 46-07-034 |
|---|---|
| 100Entri Utama Nama orang | 59 |
| 245Judul Utama | Kegiatan pemolisian kasus perambahan hutan di wilayah administrasi kota Batu oleh Polres Batu |
| 100aNo. Mahasiswa | 5619 |
| 260aTempat Terbit | Jakarta |
| 260bPenerbit | PTIK |
| 260cTahun Terbit | 2007 |
| 300Deskripsi Fisik | x, 82 p. : ill. , 30 cm |
| 500Catatan Umum | |
| 504Catatan Bibliografi | |
| 520Abstrak | <p>Dampak negatif yang ditimbulkan dari kegiatan perambahan hutan yaitu hilangnya keseimbangan antara bagian-bagian dari hutan tersebut. Disadari atau tidak dalam memanfaatkan hutan oleh masyarakat sekitar hutan dalam memenuhi kehidupan hidup, kecenderung untuk melakukan perusakan hutan (deforeslast). <p>Penelitian ini berisikan 6 Bab dengan 2 permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana kegiatan perambahan itu dilaksanakan oleh masyarakat sekitar hutan dan bertujuan untuk menggambarkan kegiatan Pemolisian oleh aparat Polres Baru dalam menangani kegiatan perambahan hutan. <p>Metodologi dalam Penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus bersifat eksploratir, summer data dan informasi dari para pejabat Polres Bata dan Polsek Jajaran, Dinas Kehutanan dan pelaku perambahan hutan. Tehnik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, studi dokumen serta dokumentasi, sedangkan metode analisis dengan metode analisis kualitatif. Dalam pembahasan, penulis menggunakan teori anomi dari Robert K. Merton, konsep perambahan hutan dan konsep pemolisian. <p>Temuan penelitian, selain faktor ekonomi, ternyata faktor politik juga ikut mempengaruhi besarnya kasus perambahan hutan. Faktor politik yang dimaksudkan adalah pernyataan KH Abdurrahman Wahid, yang ketika itu menjabat Presiden RI, memberikan pernyataan bahwa setiap lahan tidur bisa dimanfaatkan untuk mengatasi krisis pangan. Ada beberapa penyebab perambahan hutan. Masing-masing adalah: (1) motif untuk bertahan hidup, (2) rendahnya tingkat kesejahteraan, dan (3) tidak dimilikinya matapencaharian yang layak, motif untuk mencari keuntungan lebih besar tanpa harus mengeluarkan biaya modal berupa lahan usaha tani, (4) situasi politik yang tidak menentu. <p>Dalam menangani terjadinya perambahan aparat kepolisian lebih mengedepankan bentuk pemolisian pencegahan (preventif dan preemptif) daripada penindakan dan penindakan hukum (represif dan law enforcement). Bentuk pemolisian ini lebih ditonjolkan karena aparat kepolisian juga mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dari sekitar hutan. Namun untuk kedepannya setelah memperhatikan laju kerusakan hutan yang semakin parch di hampir semua daerah yang memiliki kawasan hutan, maka disarankan agar penugasan Perwira Polisi yang ditugaskan khusus untuk pembinaan masyarakat desa sekitar hutan dan pengamanan sumberdaya hutan menjadi salah satu prioritas kebijakan kepolisian. |
| 528Abstrak Bahasa Lain | |
| 650Subjek Topik | |
| 653Kata Kunci | |
| 700Entri Tambahan Nama Orang | Bambang Indriyanto, I Nyoman Suwenda |
| 700cPeran Entri Tambahan Nama Orang | Penguji, Pembimbing |
| 850Lembaga Pemilik | |
| 852Lokasi |
Eksemplar / Ketersediaan
| No. Panggil | No. Induk | Barcode | Status |
|---|---|---|---|
| 46-07-034 | 46-07-034 | 46-07-034 | TERSEDIA |
Abstrak
<p>Dampak negatif yang ditimbulkan dari kegiatan perambahan hutan yaitu hilangnya keseimbangan antara bagian-bagian dari hutan tersebut. Disadari atau tidak dalam memanfaatkan hutan oleh masyarakat sekitar hutan dalam memenuhi kehidupan hidup, kecenderung untuk melakukan perusakan hutan (deforeslast). <p>Penelitian ini berisikan 6 Bab dengan 2 permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana kegiatan perambahan itu dilaksanakan oleh masyarakat sekitar hutan dan bertujuan untuk menggambarkan kegiatan Pemolisian oleh aparat Polres Baru dalam menangani kegiatan perambahan hutan. <p>Metodologi dalam Penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus bersifat eksploratir, summer data dan informasi dari para pejabat Polres Bata dan Polsek Jajaran, Dinas Kehutanan dan pelaku perambahan hutan. Tehnik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, studi dokumen serta dokumentasi, sedangkan metode analisis dengan metode analisis kualitatif. Dalam pembahasan, penulis menggunakan teori anomi dari Robert K. Merton, konsep perambahan hutan dan konsep pemolisian. <p>Temuan penelitian, selain faktor ekonomi, ternyata faktor politik juga ikut mempengaruhi besarnya kasus perambahan hutan. Faktor politik yang dimaksudkan adalah pernyataan KH Abdurrahman Wahid, yang ketika itu menjabat Presiden RI, memberikan pernyataan bahwa setiap lahan tidur bisa dimanfaatkan untuk mengatasi krisis pangan. Ada beberapa penyebab perambahan hutan. Masing-masing adalah: (1) motif untuk bertahan hidup, (2) rendahnya tingkat kesejahteraan, dan (3) tidak dimilikinya matapencaharian yang layak, motif untuk mencari keuntungan lebih besar tanpa harus mengeluarkan biaya modal berupa lahan usaha tani, (4) situasi politik yang tidak menentu. <p>Dalam menangani terjadinya perambahan aparat kepolisian lebih mengedepankan bentuk pemolisian pencegahan (preventif dan preemptif) daripada penindakan dan penindakan hukum (represif dan law enforcement). Bentuk pemolisian ini lebih ditonjolkan karena aparat kepolisian juga mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dari sekitar hutan. Namun untuk kedepannya setelah memperhatikan laju kerusakan hutan yang semakin parch di hampir semua daerah yang memiliki kawasan hutan, maka disarankan agar penugasan Perwira Polisi yang ditugaskan khusus untuk pembinaan masyarakat desa sekitar hutan dan pengamanan sumberdaya hutan menjadi salah satu prioritas kebijakan kepolisian.
File Digital
46-07-034.pdf
skripsi/46-07-034.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.
QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.
Sitasi Cepat
APA
59; Bambang Indriyanto, I Nyoman Suwenda. (2007). Kegiatan pemolisian kasus perambahan hutan di wilayah administrasi kota Batu oleh Polres Batu. Jakarta : PTIK
Format lainnya
Review Disetujui
Belum ada review.