Cover tidak tersedia
Judul
Penyidikan tindak pidana illegal logging di kabupaten Asahan oleh sat reskrim Polres Asahan Sumatera Utara
Pengarang
Rahmat Budi Hadoko
No. Panggil
46-07-009
Penerbit
PTIK
Tahun
2007
Subjek

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 46-07-009
100Entri Utama Nama orang 34
245Judul Utama Penyidikan tindak pidana illegal logging di kabupaten Asahan oleh sat reskrim Polres Asahan Sumatera Utara
100aNo. Mahasiswa 5453
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2007
300Deskripsi Fisik xi, 99 p. : ill. , 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak <p>Fokus dari penelitian yang dilakukan penulis adalah penyidikan yang dilakukan oleh satuan Reserse Kriminai Polres Asahan terhadap sebuah kasus illegal logging. Tindak pidana yang tersebut dilakukan oleh suatu badan hukum yaitu PT. Sari Persada R.aya (PT. SPR) yang memiliki Hak Guna Usaha (HGU) yang sah dari Departemen Kehutanan. Namun ternyata PT. SPR menyalahgunakan HGU tersebut dengan cara memperluas areal perkebunannya sehingga melanggar batas yang telah diberikan dan merambah ke hutan produksi dan hutan lindung. Secara teoritis penulisan skripsi ini diharapkan mampu memperkaya khasanah ilmu pengetahuan terutama di bidang ilmu kepolisian khususnya tentang metode penyidikan illegal logging (represif) secara sistematis yang dilakukan oleh satuan reserse kriminal, termasuk instansi terkait didalamnya. Dan secara praktisnya, diharapkan dapat dijadikan kajian penelitian lainnya tentang motif, faktor yang mempengaruhi dan modus operandi praktek illegal logging. <p>Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang menghasilkan informasi deskriptif. Sehingga data yang diperoleh akan menunjukkan tentang kendala dan hambatan dalam proses penyidikan tindak pidana illegal logging yang terjadi. Selain itu data yang didapat dari sumber primer dan sekunder juga akan menggambarkan faktor-faktor penyebab terjadinya illegal logging. <p>Beberapa teori yang di gunakan penulis antara lain teori kegiatan rutin (Routine Activities Theory), Teori X dan Teori Y dari Mc. Gregor , Teori efek jera (Deilerenrce Effect Theory) dan analisis SWOT yang diperkenalkan oleh Kearns. <p>Intisari dari abstrak ini adalah kendala-kendala yang muncul ketika penyidikan sedang berjalan. Kemampuan penyidik dalam menghadapi kendala kendala sehingga berkas perkara kasus illegal logging yang dilakukan oleh PT. SPR dapat dilimpahkan ke JPU. Selain itu, juga akan digambarkan beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya illegal logging. Uniknya tindak pidana yang dilakukan oleh PT. SPR telah dilakukan beberapa tahun lalu tepatnya antara tahun 1991 sampai dengan tahun 1996, sementara lokasi yang dirambah telah berubah menjadi perkebunan sawit. Kendala-kendala yang muncul saat penyidikan telah membawa dampak yang negatif pada lemahnya penyidikan. Dengan adanya kelemahan dalam penyidikan, akhirnya membawa dampak ke depan. Sampai saat ini perkara illegal logging itu sendiri belum disidangkan. Koordinasi antara lenbaga pemerintah dan aparat penegak hukum mewarnai penyidikan perkara ini. Hubungan yang terjalin baik tersebut sangat menunjang keberhasilan dalam tugas Polri. Di bantu dengan peran serta masyarakat yang sadar dan peduli akan kelestarian hutan, diharapkan mampu menegakkan hukum, terutama terhadap tindak pidana dibidang kehutanan.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang Bachtiar Aly, H. Pakpahan
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang Penguji, Pembimbing
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
46-07-009 46-07-009 46-07-009 TERSEDIA

Abstrak

<p>Fokus dari penelitian yang dilakukan penulis adalah penyidikan yang dilakukan oleh satuan Reserse Kriminai Polres Asahan terhadap sebuah kasus illegal logging. Tindak pidana yang tersebut dilakukan oleh suatu badan hukum yaitu PT. Sari Persada R.aya (PT. SPR) yang memiliki Hak Guna Usaha (HGU) yang sah dari Departemen Kehutanan. Namun ternyata PT. SPR menyalahgunakan HGU tersebut dengan cara memperluas areal perkebunannya sehingga melanggar batas yang telah diberikan dan merambah ke hutan produksi dan hutan lindung. Secara teoritis penulisan skripsi ini diharapkan mampu memperkaya khasanah ilmu pengetahuan terutama di bidang ilmu kepolisian khususnya tentang metode penyidikan illegal logging (represif) secara sistematis yang dilakukan oleh satuan reserse kriminal, termasuk instansi terkait didalamnya. Dan secara praktisnya, diharapkan dapat dijadikan kajian penelitian lainnya tentang motif, faktor yang mempengaruhi dan modus operandi praktek illegal logging. <p>Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang menghasilkan informasi deskriptif. Sehingga data yang diperoleh akan menunjukkan tentang kendala dan hambatan dalam proses penyidikan tindak pidana illegal logging yang terjadi. Selain itu data yang didapat dari sumber primer dan sekunder juga akan menggambarkan faktor-faktor penyebab terjadinya illegal logging. <p>Beberapa teori yang di gunakan penulis antara lain teori kegiatan rutin (Routine Activities Theory), Teori X dan Teori Y dari Mc. Gregor , Teori efek jera (Deilerenrce Effect Theory) dan analisis SWOT yang diperkenalkan oleh Kearns. <p>Intisari dari abstrak ini adalah kendala-kendala yang muncul ketika penyidikan sedang berjalan. Kemampuan penyidik dalam menghadapi kendala kendala sehingga berkas perkara kasus illegal logging yang dilakukan oleh PT. SPR dapat dilimpahkan ke JPU. Selain itu, juga akan digambarkan beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya illegal logging. Uniknya tindak pidana yang dilakukan oleh PT. SPR telah dilakukan beberapa tahun lalu tepatnya antara tahun 1991 sampai dengan tahun 1996, sementara lokasi yang dirambah telah berubah menjadi perkebunan sawit. Kendala-kendala yang muncul saat penyidikan telah membawa dampak yang negatif pada lemahnya penyidikan. Dengan adanya kelemahan dalam penyidikan, akhirnya membawa dampak ke depan. Sampai saat ini perkara illegal logging itu sendiri belum disidangkan. Koordinasi antara lenbaga pemerintah dan aparat penegak hukum mewarnai penyidikan perkara ini. Hubungan yang terjalin baik tersebut sangat menunjang keberhasilan dalam tugas Polri. Di bantu dengan peran serta masyarakat yang sadar dan peduli akan kelestarian hutan, diharapkan mampu menegakkan hukum, terutama terhadap tindak pidana dibidang kehutanan.

File Digital

46-07-009.pdf
skripsi/46-07-009.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
34; Bachtiar Aly, H. Pakpahan. (2007). Penyidikan tindak pidana illegal logging di kabupaten Asahan oleh sat reskrim Polres Asahan Sumatera Utara. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.