Cover tidak tersedia
- Judul
- Polmas dan dinamika politik lokal
- Pengarang
- Wahyurudhanto
- No. Panggil
- Penerbit
- Jakarta
- Tahun
- 2008
- Subjek
- 28625;3583
Metadata Lengkap
| 041Kode Bahasa | |
|---|---|
| 082No. Panggil DDC | |
| 100Entri Utama Nama orang | 28626 |
| 245Judul Utama | Polmas dan dinamika politik lokal |
| 250Edisi dan Cetakan | 066 Mei-Agustus 2008 |
| 260aTempat Terbit | Jakarta |
| 260bPenerbit | PPITK |
| 260cTahun Terbit | 2008 |
| 300Deskripsi Fisik | 12 hlm. |
| 490Seri | |
| 500Catatan Umum | |
| 504Catatan Bibliografi | |
| 520Abstrak | Revisi terbatas atas Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah telah menegaskan mengenai diperbolehkannya calon independen turut berlaga dalam pemilihan kepla daerah. Kehadiran calon dalam pilkada dapat dipandang sebagai penyempurnaan sistem politik di negeri ini. Selama ini yang dirasakan oleh publik bahwa pembatasan calon di luar parpol merupakan reduksi yang dapat menghilangkan hak-hak konstitusional bagi warga negara. Namun disisi lain kehadiran calon independen akan menjadi rival bagi calon yang diusung oleh partai politik. Dalam suasana baru persaingan ini rawan menimbulkan konflik sosial. Karena dalam menarik dukungan, selain faktor ideologis, bisa juga faktor primordial maupun uang ikut berbicara. Polri sebagai penanggung-jawab keamanan dalam negeri berkepentingan dalam menjaga proses ini tetap dalam bingkai kamtibmas. Polmas sebagi model perpolisian melalui deteksi dini akan sangat berperan dalam melakukan fungsi mengantisipasi kerawanan konflik yang bisa menjadi picu bagi tindakan kriminalitas. |
| 528Abstrak Bahasa Lain | |
| 536Sumber Pengadaan | |
| 590Sumber Koleksi | |
| 650Subjek Topik | 28625;3583 |
| 653Kata Kunci | |
| 700Entri Tambahan Nama Orang | |
| 700cPeran Entri Tambahan Nama Orang | |
| 850Lembaga Pemilik | |
| 852Lokasi | |
| 901Tanggal Penerimaan | 30/03/2010 |
| 902Harga | |
| 904Status Koleksi |
Eksemplar / Ketersediaan
| No. Panggil | No. Induk | Barcode | Status |
|---|---|---|---|
| 066-jsk08-104 | TERSEDIA |
Abstrak
Revisi terbatas atas Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah telah menegaskan mengenai diperbolehkannya calon independen turut berlaga dalam pemilihan kepla daerah. Kehadiran calon dalam pilkada dapat dipandang sebagai penyempurnaan sistem politik di negeri ini. Selama ini yang dirasakan oleh publik bahwa pembatasan calon di luar parpol merupakan reduksi yang dapat menghilangkan hak-hak konstitusional bagi warga negara. Namun disisi lain kehadiran calon independen akan menjadi rival bagi calon yang diusung oleh partai politik. Dalam suasana baru persaingan ini rawan menimbulkan konflik sosial. Karena dalam menarik dukungan, selain faktor ideologis, bisa juga faktor primordial maupun uang ikut berbicara. Polri sebagai penanggung-jawab keamanan dalam negeri berkepentingan dalam menjaga proses ini tetap dalam bingkai kamtibmas. Polmas sebagi model perpolisian melalui deteksi dini akan sangat berperan dalam melakukan fungsi mengantisipasi kerawanan konflik yang bisa menjadi picu bagi tindakan kriminalitas.
File Digital
066-jsk-104.pdf
29009-066-jsk-104.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.
QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.
Sitasi Cepat
Review Disetujui
Belum ada review.