Cover tidak tersedia
- Judul
- Semiotika hukum : dari dekonstruksi teks menuju progresivitas makna
- Pengarang
- Anthon Freddy Susanto
- No. Panggil
- 340
- Penerbit
- Bandung
- Tahun
- 2005
- Subjek
- 3002
Metadata Lengkap
| 041Kode Bahasa | Indonesia |
|---|---|
| 082No. Panggil DDC | 340 |
| 100Entri Utama Nama orang | 26382 |
| 245Judul Utama | Semiotika hukum : dari dekonstruksi teks menuju progresivitas makna |
| 250Edisi dan Cetakan | |
| 260aTempat Terbit | Bandung |
| 260bPenerbit | Refika Aditama |
| 260cTahun Terbit | 2005 |
| 300Deskripsi Fisik | xv, 220 hal., 22 cm |
| 490Seri | |
| 500Catatan Umum | |
| 504Catatan Bibliografi | |
| 520Abstrak | Pertengahan hingga akhir 1980-an berkembang suatu teori semiotik dalam hukum. Semiotik hukum berada dalam proses menentukan bentuk kajiannya. Banyak istilah baru dan komplek dan kompleks yang muncul dan diperkenalkan dengan kegunaan dan defisi yang berbeda-beda.Sejumlah persepektif telah muncul dan terus muncul,misalnya saja semiotik peircean,greimasian,lacaniandan lain-lain.Dapat dikatakan bahwa pendekatan - pendekatan yang mengunakan analisis semiotik mempunyai tingkatan seerta keterkaitan yang berbeda. Bahkan salah satu pandangan yang cukup ekstrim telah membuat klaim untuk eksistensi otonomnya senbagai sebuah paradigma.Sementara sudut pandangan ekstrim lainnya,mencoba menyatukan elemen-elemen analisis semiotik dalam analisis hukum,semiotiki hukum muncul seiring dengan perkembangan masyarakat.Ketika nalar, budaya bangsa dan bahasa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hukum,maka peran semiotik hukum menjadi sangat penting. |
| 528Abstrak Bahasa Lain | |
| 536Sumber Pengadaan | Perpustakan STIK |
| 590Sumber Koleksi | mhs. M Safii M/51 |
| 650Subjek Topik | 3002 |
| 653Kata Kunci | |
| 700Entri Tambahan Nama Orang | |
| 700cPeran Entri Tambahan Nama Orang | |
| 850Lembaga Pemilik | Perpustakaan STIK |
| 852Lokasi | Lantai 2 |
| 902Harga | |
| 904Status Koleksi | |
| 905Eksemplar | 3 |
Eksemplar / Ketersediaan
| No. Panggil | No. Induk | Barcode | Status |
|---|---|---|---|
| 340 | 9176-08 | 01-10-7797 | TERSEDIA |
| 340 | 7-066-06 | 01-10-7804 | TERSEDIA |
| 340 | 9537-08 | 01-10-7803 | TERSEDIA |
Abstrak
Pertengahan hingga akhir 1980-an berkembang suatu teori semiotik dalam hukum. Semiotik hukum berada dalam proses menentukan bentuk kajiannya. Banyak istilah baru dan komplek dan kompleks yang muncul dan diperkenalkan dengan kegunaan dan defisi yang berbeda-beda.Sejumlah persepektif telah muncul dan terus muncul,misalnya saja semiotik peircean,greimasian,lacaniandan lain-lain.Dapat dikatakan bahwa pendekatan - pendekatan yang mengunakan analisis semiotik mempunyai tingkatan seerta keterkaitan yang berbeda. Bahkan salah satu pandangan yang cukup ekstrim telah membuat klaim untuk eksistensi otonomnya senbagai sebuah paradigma.Sementara sudut pandangan ekstrim lainnya,mencoba menyatukan elemen-elemen analisis semiotik dalam analisis hukum,semiotiki hukum muncul seiring dengan perkembangan masyarakat.Ketika nalar, budaya bangsa dan bahasa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hukum,maka peran semiotik hukum menjadi sangat penting.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.
QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.
Sitasi Cepat
APA
26382. (2005). Semiotika hukum : dari dekonstruksi teks menuju progresivitas makna. Bandung : Refika Aditama
Format lainnya
Review Disetujui
Belum ada review.