Cover tidak tersedia
Judul
Teror bom: Azahari-Noor Din
Pengarang
Bambang Abimanyu
No. Panggil
303.625
Penerbit
Jakarta
Tahun
2006
Subjek
26279

Metadata Lengkap

041Kode Bahasa Indonesia
082No. Panggil DDC 303.625
100Entri Utama Nama orang 3318
245Judul Utama Teror bom: Azahari-Noor Din
250Edisi dan Cetakan
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit Republika
260cTahun Terbit 2006
300Deskripsi Fisik viii, 191 hal.: 24 cm
490Seri
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Aksi teror dalam bentuk bom dengan kekuatan dahsyat, mulai muncul di bali, 12 oktober 2002. Aksi-aksi tersebut berlanjut dengan meledaknya bom di JW Marriott 5 Agustus 2003, bom kuningan 9 september 2004, dan bom bali II yang terjadi pada 1 Oktober 2005. Ratusan nyawa melayang, ribuan orang kehilangan sanak keluarganya. Bom-bom yang meledak dengan kekuatan dahsyat tersebut memakan korban masyarakat sipil yang tak berdosa, dan tak punya urusan dengan para pengebom.
Ada pelaku, ada aktor intelektual. Para pelaku pengeboman tentu saja ikut tewas, karena aksi-aksi tersebut masuk dalam kategori bombunuh diri, Jika para pelaku bom bunuh diri ikut tewas, tidak demikian dengan aktor intelektual. Duaorang asal negeri jiran, Malaysia, Dr. Azahari dan Noor Din Mohd Top, adalah tersangka dengan status sebagai aktor inteletualnya. Azahari sebagai seniman bom, sedangkan Noor Din adalag perekrut untuk aksi-aksi bom bunuh diri.
Dr. Azahari tewas dalam suatu penggerebekan di sebuah rumah di kota Batu Jawa Timur, 9 Nopember 2005. Tewasnya Azahari ikut menyusutkan kekuatan kelompok pengebom. Tapi, itu bukan berarti ancaman sudah tak ada lagi. Masih ada Noor Din yang terus merekrut para pemuda untuk dijadikan pelaku bom bunub diri. Kewapadaan dan kerja sama kita sebagai anggota masyarakat berperan besar dalam mencegah aksi-aksi teror dalam berbagai bentuknya.
528Abstrak Bahasa Lain
536Sumber Pengadaan
590Sumber Koleksi mhs. 48
650Subjek Topik 26279
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik Perpustakaan STIK
852Lokasi Lantai 2
902Harga
904Status Koleksi
905Eksemplar 3

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
303.625 6942-06 01-10-02477 TERSEDIA
303.625 6942A-06 01-10-00946 TERSEDIA
303.625 6942B-06 01-10-02477 TERSEDIA

Abstrak

Aksi teror dalam bentuk bom dengan kekuatan dahsyat, mulai muncul di bali, 12 oktober 2002. Aksi-aksi tersebut berlanjut dengan meledaknya bom di JW Marriott 5 Agustus 2003, bom kuningan 9 september 2004, dan bom bali II yang terjadi pada 1 Oktober 2005. Ratusan nyawa melayang, ribuan orang kehilangan sanak keluarganya. Bom-bom yang meledak dengan kekuatan dahsyat tersebut memakan korban masyarakat sipil yang tak berdosa, dan tak punya urusan dengan para pengebom. Ada pelaku, ada aktor intelektual. Para pelaku pengeboman tentu saja ikut tewas, karena aksi-aksi tersebut masuk dalam kategori bombunuh diri, Jika para pelaku bom bunuh diri ikut tewas, tidak demikian dengan aktor intelektual. Duaorang asal negeri jiran, Malaysia, Dr. Azahari dan Noor Din Mohd Top, adalah tersangka dengan status sebagai aktor inteletualnya. Azahari sebagai seniman bom, sedangkan Noor Din adalag perekrut untuk aksi-aksi bom bunuh diri. Dr. Azahari tewas dalam suatu penggerebekan di sebuah rumah di kota Batu Jawa Timur, 9 Nopember 2005. Tewasnya Azahari ikut menyusutkan kekuatan kelompok pengebom. Tapi, itu bukan berarti ancaman sudah tak ada lagi. Masih ada Noor Din yang terus merekrut para pemuda untuk dijadikan pelaku bom bunub diri. Kewapadaan dan kerja sama kita sebagai anggota masyarakat berperan besar dalam mencegah aksi-aksi teror dalam berbagai bentuknya.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
3318. (2006). Teror bom: Azahari-Noor Din. Jakarta : Republika
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.