Cover tidak tersedia
- Judul
- Komunikasi pengendalian dan komunikasi pengawasan
- Pengarang
- Astrid S Susanto
- No. Panggil
- 302
- Penerbit
- Tahun
- Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 1989
- Subjek
- 12088
Metadata Lengkap
| 041Kode Bahasa | Indonesia |
|---|---|
| 082No. Panggil DDC | 302 |
| 100Entri Utama Nama orang | 19532 |
| 245Judul Utama | Komunikasi pengendalian dan komunikasi pengawasan |
| 250Edisi dan Cetakan | |
| 260aTempat Terbit | |
| 260bPenerbit | |
| 260cTahun Terbit | Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 1989 |
| 300Deskripsi Fisik | 178 hal.: 21 cm |
| 490Seri | |
| 500Catatan Umum | |
| 504Catatan Bibliografi | |
| 520Abstrak | Dalam teori sosial terdapat asumsi yang diajukan oleh sebagian ilmuwan sosial bahwa suatu pendapat dan kebijaksanaan hanaya dapat dicapai melalui pertentangan pendapat sebagai syarat untuk kemajuan suatu masyarakat. Benarkah itu? Asumsi ini tidak mutlak benar, apabila ditinjau dari sudut pandang Ilmu Komunikasi --- sebuah disiplin interdisipliner-- yang memanfaatkan komunikasi sebagai mata rantai utama antara pengendalian masyarakat (Social engineering) dan pengawasan sosial (social control) untuk mencapai konsessus pendapat dan kebijaksanaan, demi kemajuan suatu masyarakat secara demokratis. Implikasi teori komunikasi untuk kemajuan masyarakat Indonesia pun jelas. Bahwa, apabila ideal Masyarakat Demokrasi Pancasila ingin diwujudkan, maka diperlukan konsensus pendapat dan kebijaksanaan yang dibentuk melalui banyak komunikasi dengan banyak arah dan banyak pihak yang saling mempengaruhi, termasuk antara lain media masa sebagai penghimpun utama berbagai pendapat yang berserakan dan sebagai salah satu mekanisme pengawasan sosial serasi-formal-politik yang mengadakan komunikasi dengan pemerintah dan masyarakat. |
| 528Abstrak Bahasa Lain | |
| 536Sumber Pengadaan | |
| 590Sumber Koleksi | |
| 650Subjek Topik | 12088 |
| 653Kata Kunci | |
| 700Entri Tambahan Nama Orang | |
| 700cPeran Entri Tambahan Nama Orang | |
| 850Lembaga Pemilik | Perpustakaan STIK |
| 852Lokasi | Lantai 2 |
| 902Harga | |
| 904Status Koleksi | |
| 905Eksemplar |
Eksemplar / Ketersediaan
| No. Panggil | No. Induk | Barcode | Status |
|---|---|---|---|
| 302 | 655-91 | 01-10-01657 | TERSEDIA |
| 302 | 654-91 | 01-10-02047 | TERSEDIA |
Abstrak
Dalam teori sosial terdapat asumsi yang diajukan oleh sebagian ilmuwan sosial bahwa suatu pendapat dan kebijaksanaan hanaya dapat dicapai melalui pertentangan pendapat sebagai syarat untuk kemajuan suatu masyarakat. Benarkah itu?
Asumsi ini tidak mutlak benar, apabila ditinjau dari sudut pandang Ilmu Komunikasi --- sebuah disiplin interdisipliner-- yang memanfaatkan komunikasi sebagai mata rantai utama antara pengendalian masyarakat (Social engineering) dan pengawasan sosial (social control) untuk mencapai konsessus pendapat dan kebijaksanaan, demi kemajuan suatu masyarakat secara demokratis.
Implikasi teori komunikasi untuk kemajuan masyarakat Indonesia pun jelas. Bahwa, apabila ideal Masyarakat Demokrasi Pancasila ingin diwujudkan, maka diperlukan konsensus pendapat dan kebijaksanaan yang dibentuk melalui banyak komunikasi dengan banyak arah dan banyak pihak yang saling mempengaruhi, termasuk antara lain media masa sebagai penghimpun utama berbagai pendapat yang berserakan dan sebagai salah satu mekanisme pengawasan sosial serasi-formal-politik yang mengadakan komunikasi dengan pemerintah dan masyarakat.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.
QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.
Sitasi Cepat
APA
19532. (Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 1989). Komunikasi pengendalian dan komunikasi pengawasan. :
Format lainnya
Review Disetujui
Belum ada review.