Cover tidak tersedia
- Judul
- Antropologi politik
- Pengarang
- Georges Balandier
- No. Panggil
- 306
- Penerbit
- Jakarta
- Tahun
- 1996
- Subjek
- 14257
Metadata Lengkap
| 041Kode Bahasa | Indonesia |
|---|---|
| 082No. Panggil DDC | 306 |
| 100Entri Utama Nama orang | 22525 |
| 245Judul Utama | Antropologi politik |
| 250Edisi dan Cetakan | cet.1 |
| 260aTempat Terbit | Jakarta |
| 260bPenerbit | Raja grafindo persada |
| 260cTahun Terbit | 1996 |
| 300Deskripsi Fisik | xx, 264 hal.: 21 cm |
| 490Seri | |
| 500Catatan Umum | |
| 504Catatan Bibliografi | |
| 520Abstrak | Salah seorang ahli ilmu politik terkemuka, David Easton (1959) pernah mengatakan bahwa antropologi politik sebenarnya tidak betul-betul ada, karena para ahlinya telah gagal untuk memperlihatkan batas-batas yang membedakan antara sistem politik dari subsistem-subsistem lainnya yang ada dalam masyarakat. Pada mulanya kritik tersebut diterima dengan penuh terimakasih karena datangnya dari ilmu yang lebih tua dan mantap terhadap ilmu yang lebih muda (antropologi). Tetapi sepuluh tahun kemudian paendapat Easton tersebut mulai banyak ditentang, dan malah secara terang-terangan mereka mengatakan Easton tidak memahami hakikat dari apa yang dinamakan antropologi poltik. Mereka yang menentang ini antara lain adalah Bailey, Gohen, Southall, Seaton, Claessen, Swartz, Turner, dan juga Balandier. Buku Balandier ini merupakan reaksi terhadap pendapat Easton tersebut. Balandier malah dalam buku ini memperlihatkan metode, ruang lingkup, dan teori-teori yang dikembangkan dalam antropologi politik. Balandier membantah kritik Easton yang mengatakan kajian antropologi politik tidak mempunyai prinsip-prinsip teori sebagai landasannya. Menurut Banladier kajian-kajian antropologi politik yang selalu menyangkutkan pranata-pranata dan kebudayan masyarakat yang bersangkutan itulah yang menyebabkan tidak adanya prinsip teori yang tepat dan terbatas atau fixed. Tetapi tidak berarti tidak ada teori-teori yang dikembangkannya. Menurut Balandier Antropologi politik sedang berkembang dan bersamaan dengan itu sumbangannya secara teori dan praktikel, tidak diragukan olej siapa pun. |
| 528Abstrak Bahasa Lain | |
| 536Sumber Pengadaan | |
| 590Sumber Koleksi | IKAWALI |
| 650Subjek Topik | 14257 |
| 653Kata Kunci | |
| 700Entri Tambahan Nama Orang | |
| 700cPeran Entri Tambahan Nama Orang | |
| 850Lembaga Pemilik | Perpustakaan STIK |
| 852Lokasi | Lantai 2 |
| 902Harga | |
| 904Status Koleksi | |
| 905Eksemplar | 10 |
Eksemplar / Ketersediaan
| No. Panggil | No. Induk | Barcode | Status |
|---|---|---|---|
| 306 | 6335-91 | 01-10-04514 | TERSEDIA |
| 306 | 9252-00zx | 01-10-02741 | TERSEDIA |
| 306 | 2-228-97 | 01-10-02733 | TERSEDIA |
| 306 | 9-253-00 | 01-10-02729 | TERSEDIA |
| 306 | 2-225-97 | 01-10-02742 | TERSEDIA |
| 306 | 2-227-97 | 01-10-02738 | TERSEDIA |
| 306 | 2-224-97 | 01-10-02737 | TERSEDIA |
| 306 | 2-226-97 | 01-10-02734 | TERSEDIA |
| 306 | 634-91 | 01-10-04520 | TERSEDIA |
Abstrak
Salah seorang ahli ilmu politik terkemuka, David Easton (1959) pernah mengatakan bahwa antropologi politik sebenarnya tidak betul-betul ada, karena para ahlinya telah gagal untuk memperlihatkan batas-batas yang membedakan antara sistem politik dari subsistem-subsistem lainnya yang ada dalam masyarakat. Pada mulanya kritik tersebut diterima dengan penuh terimakasih karena datangnya dari ilmu yang lebih tua dan mantap terhadap ilmu yang lebih muda (antropologi). Tetapi sepuluh tahun kemudian paendapat Easton tersebut mulai banyak ditentang, dan malah secara terang-terangan mereka mengatakan Easton tidak memahami hakikat dari apa yang dinamakan antropologi poltik. Mereka yang menentang ini antara lain adalah Bailey, Gohen, Southall, Seaton, Claessen, Swartz, Turner, dan juga Balandier.
Buku Balandier ini merupakan reaksi terhadap pendapat Easton tersebut. Balandier malah dalam buku ini memperlihatkan metode, ruang lingkup, dan teori-teori yang dikembangkan dalam antropologi politik.
Balandier membantah kritik Easton yang mengatakan kajian antropologi politik tidak mempunyai prinsip-prinsip teori sebagai landasannya. Menurut Banladier kajian-kajian antropologi politik yang selalu menyangkutkan pranata-pranata dan kebudayan masyarakat yang bersangkutan itulah yang menyebabkan tidak adanya prinsip teori yang tepat dan terbatas atau fixed. Tetapi tidak berarti tidak ada teori-teori yang dikembangkannya. Menurut Balandier Antropologi politik sedang berkembang dan bersamaan dengan itu sumbangannya secara teori dan praktikel, tidak diragukan olej siapa pun.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.
QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.
Sitasi Cepat
Review Disetujui
Belum ada review.