Cover tidak tersedia
Judul
Masa lalu yang membunuh masa depan: krisis agama, pengetahuan dan kekuasaan dalam kebudyaan teknokratis
Pengarang
Yudi Latif
No. Panggil
959.8
Penerbit
Tahun
Jakarta: Mizan, 1999
Subjek
2938

Metadata Lengkap

041Kode Bahasa ind.
082No. Panggil DDC 959.8
100Entri Utama Nama orang 25149
245Judul Utama Masa lalu yang membunuh masa depan: krisis agama, pengetahuan dan kekuasaan dalam kebudyaan teknokratis
250Edisi dan Cetakan
260aTempat Terbit
260bPenerbit
260cTahun Terbit Jakarta: Mizan, 1999
300Deskripsi Fisik 277 hal.,ilus.: 23 cm
490Seri
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Setelah diback-up oleh masa lalu yang kelam selama rezim -orde baru apakah masih tersisa energi dobrak yang mencerahkan di kalangan anak-naka muda kita ? Energi yang senantiasa menarik dan terus menerus mencari wilayah baru dan segar ? Energi yang tak kunjung telah menerobos tantangan dan setia melakukan perbaikan ? Apakah energi itu masih tersisa ?
Buku menggunakan karya pemikir muda Yudi Latif, ini seperti megingatkan kita akan pengantar Redaksi Komaps Agustus 1969 yang mengantarkan sejumlah karangan untuk menyambut hari Kemerdekaan RI ke-24, Tanpa kita sadari di bum Indonesia kini telah tumbuh satu lapisan baru, pemuda-pemuda, pemudi-pemudi, Indonesiayang dilahirkan setelah tahun 1945 Demikian bunyinya sebagai dikutip Daniel Dhakidae dalam buku Soe Hok Gie.Catatan Seorang Demonstran.
Tanpa bermaksud mengulang sejarah apakah dalam memasuki melenium baru ini telah muncul sebuah lapisan baru lagi yang dulu oleh Soe Hoe Gie dinamai manusia -mannusia baru Indonesia, kalau benar siapa mereka ? Apa ciri-cirinya ? Bagaimana sosok dan kiprahnya didalam tatanan wacana maupun aksi ? Mungkin buku masa lalu yang membunuh masa depan yang ditulis secara atraktif, gesit dan sedikit menjotos ini bisa memberi isyarat kearah perumusan manusia baru itu.
528Abstrak Bahasa Lain
536Sumber Pengadaan
590Sumber Koleksi Bp. Kunarto
650Subjek Topik 2938
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi
902Harga
904Status Koleksi
905Eksemplar 1

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
959.8 621/sp TERSEDIA

Abstrak

Setelah diback-up oleh masa lalu yang kelam selama rezim -orde baru apakah masih tersisa energi dobrak yang mencerahkan di kalangan anak-naka muda kita ? Energi yang senantiasa menarik dan terus menerus mencari wilayah baru dan segar ? Energi yang tak kunjung telah menerobos tantangan dan setia melakukan perbaikan ? Apakah energi itu masih tersisa ? Buku menggunakan karya pemikir muda Yudi Latif, ini seperti megingatkan kita akan pengantar Redaksi Komaps Agustus 1969 yang mengantarkan sejumlah karangan untuk menyambut hari Kemerdekaan RI ke-24, Tanpa kita sadari di bum Indonesia kini telah tumbuh satu lapisan baru, pemuda-pemuda, pemudi-pemudi, Indonesiayang dilahirkan setelah tahun 1945 Demikian bunyinya sebagai dikutip Daniel Dhakidae dalam buku Soe Hok Gie.Catatan Seorang Demonstran. Tanpa bermaksud mengulang sejarah apakah dalam memasuki melenium baru ini telah muncul sebuah lapisan baru lagi yang dulu oleh Soe Hoe Gie dinamai manusia -mannusia baru Indonesia, kalau benar siapa mereka ? Apa ciri-cirinya ? Bagaimana sosok dan kiprahnya didalam tatanan wacana maupun aksi ? Mungkin buku masa lalu yang membunuh masa depan yang ditulis secara atraktif, gesit dan sedikit menjotos ini bisa memberi isyarat kearah perumusan manusia baru itu.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
25149. (Jakarta: Mizan, 1999). Masa lalu yang membunuh masa depan: krisis agama, pengetahuan dan kekuasaan dalam kebudyaan teknokratis. :
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.