Cover tidak tersedia
- Judul
- Sengketa sipadan-ligitan mengapa kita kalah
- Pengarang
- OC Kaligis
- No. Panggil
- 341.42
- Penerbit
- Jakarta
- Tahun
- 2003
- Subjek
- 25241
Metadata Lengkap
| 041Kode Bahasa | Indonesia |
|---|---|
| 082No. Panggil DDC | 341.42 |
| 100Entri Utama Nama orang | 16877 |
| 245Judul Utama | Sengketa sipadan-ligitan mengapa kita kalah |
| 250Edisi dan Cetakan | |
| 260aTempat Terbit | Jakarta |
| 260bPenerbit | OC Kaligis & Associotes |
| 260cTahun Terbit | 2003 |
| 300Deskripsi Fisik | v, 193 hal.: 21 cm |
| 490Seri | |
| 500Catatan Umum | |
| 504Catatan Bibliografi | |
| 520Abstrak | Memang sudah selayak kita melepas Pulau Sipadan-Ligitan dengan kepala dingi, Penyelesaian Sengketa secara damai mempunyai nilai peradaban yang lebih tinggi dibandingkan penyelesaian dengan menggunakan kekerasan. Mengapa kita harus ikhlas melepas Pulau Sipadan-Ligitan? di samping tidak mempunyai dasar hukum yang kuat,kita belum mempunyai peta yang definitif mengenai batas-batas wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia.Bahkan Indonesia telah lama menelantarkan kedua pulau tersebut.Dalam hukum Internasional memang hak atas wilayah dapat diperoleh pihak ketiga apabila wilayah tersebut ditelantar untuk kurun waktu tertentu oleh pemilik aslinyanya.Perolehan wilayah semacam itu disebut daluwarsa atau prescription. Malaysia menang karena berhasil membuktikan adanya okupasi efektif atas kedua pulau tersebut,dengan mengacu pada putusan Denmark melawan Norway dalam kasus Legal Status of Eastern Greenland. Hukum Internasional mengenal 5 cara tradisional,yakni aneksasi,akresi,penyerahan,pereskripsi, dalam okupasi yang secara umum diakui dalam rangka memperoleh kedaulatan wilayah.Pihak Malsyia,menurut pertimbangan hakim hukum Internasional,lebih biasa membuktikan dirinya sebagai pihak yang telah menjalankan okupasi efektif itu. |
| 528Abstrak Bahasa Lain | |
| 536Sumber Pengadaan | |
| 590Sumber Koleksi | Pribadi |
| 650Subjek Topik | 25241 |
| 653Kata Kunci | |
| 700Entri Tambahan Nama Orang | |
| 700cPeran Entri Tambahan Nama Orang | |
| 850Lembaga Pemilik | Perpustakaan STIK-PTIK |
| 852Lokasi | Lantai 2 |
| 902Harga | |
| 904Status Koleksi | |
| 905Eksemplar | 1 |
Eksemplar / Ketersediaan
| No. Panggil | No. Induk | Barcode | Status |
|---|---|---|---|
| 341.42 | 597/F | TERSEDIA | |
| 341.42 | 1960-04 | 01-10-8300 | TERSEDIA |
| 341.42 | 1979-04 | 01-10-8185 | TERSEDIA |
Abstrak
Memang sudah selayak kita melepas Pulau Sipadan-Ligitan dengan kepala dingi, Penyelesaian Sengketa secara damai mempunyai nilai peradaban yang lebih tinggi dibandingkan penyelesaian dengan menggunakan kekerasan.
Mengapa kita harus ikhlas melepas Pulau Sipadan-Ligitan? di samping tidak mempunyai dasar hukum yang kuat,kita belum mempunyai peta yang definitif mengenai batas-batas wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia.Bahkan Indonesia telah lama menelantarkan kedua pulau tersebut.Dalam hukum Internasional memang hak atas wilayah dapat diperoleh pihak ketiga apabila wilayah tersebut ditelantar untuk kurun waktu tertentu oleh pemilik aslinyanya.Perolehan wilayah semacam itu disebut daluwarsa atau prescription.
Malaysia menang karena berhasil membuktikan adanya okupasi efektif atas kedua pulau tersebut,dengan mengacu pada putusan Denmark melawan Norway dalam kasus Legal Status of Eastern Greenland. Hukum Internasional mengenal 5 cara tradisional,yakni aneksasi,akresi,penyerahan,pereskripsi, dalam okupasi yang secara umum diakui dalam rangka memperoleh kedaulatan wilayah.Pihak Malsyia,menurut pertimbangan hakim hukum Internasional,lebih biasa membuktikan dirinya sebagai pihak yang telah menjalankan okupasi efektif itu.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.
QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.
Sitasi Cepat
APA
16877. (2003). Sengketa sipadan-ligitan mengapa kita kalah. Jakarta : OC Kaligis and Associotes
Format lainnya
Review Disetujui
Belum ada review.