Cover tidak tersedia
Judul
Wajah peradilan kita : konstruksi sosial tentang penyimpangan, mekanisme kontrol dan akuntabilitas peradilan pidana
Pengarang
Anthon F Susanto
No. Panggil
345
Penerbit
Bandung
Tahun
2004
Subjek
8020

Metadata Lengkap

041Kode Bahasa Indonesia
082No. Panggil DDC 345
100Entri Utama Nama orang 25172
245Judul Utama Wajah peradilan kita : konstruksi sosial tentang penyimpangan, mekanisme kontrol dan akuntabilitas peradilan pidana
250Edisi dan Cetakan
260aTempat Terbit Bandung
260bPenerbit Refika Aditama
260cTahun Terbit 2004
300Deskripsi Fisik xiv, 166 hal.: Ilus., 24 cm
490Seri
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Peradialn merupakan wilayah multi-tafsir yaitu wilayah dimana setiap orangyangterlibat didalamnya mempunyai peran untuk membangun realitas peradilan. Dalam proses penafsiran itu situasi Chaos tidak dapat dihindari, aturan perundang-undangan yang biasanya merupakan alat pengendali proses dalam kenyataannya lebih sering disimpangi bahkan ditinggalkan sehingga yang dominan justru aturan main dan masing-masing si penafsir.
Bagaimana peradilan menciptakan kontrol dalam proses pemeriksaan, serta bagaimana seharusnya masyarakat melakukan kontrol terhadap peradilan, sehingga peradilan menjadi birokrasi yang mempunyai akuntabilitas, adalah substansi utama buku ini.
Dalam situasi demikian itu pembentukan kontrol akan bergerak berlawanan, pertama kearah yang negatif dan kedua kearah mpositif, namun bisa juga kedua nya tercampur baur dan tumpang tindih, Peradilan pidana sebagai konstruksi sosial menggambarkan realita pembentukan proses peradialn oleh aktor-aktor di dalamnya.
Apakah peradilan bergerak semakin sehat dan masih menyisakan satu harapan sebagaimana digambarkan aturan perundang-undangan atau sebaliknya tidak ada harapan apapun didalmya? Secara rinci persoalan itu dapat dilihat didalam buku ini. Selamat membaca
528Abstrak Bahasa Lain
536Sumber Pengadaan
590Sumber Koleksi Dinas
650Subjek Topik 8020
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik Perpustakaan STIK-PTIK
852Lokasi Lantai 2
902Harga
904Status Koleksi
905Eksemplar 13

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
345 5917/06 01-10-10424 TERSEDIA
345 10469/08 01-10-10228 TERSEDIA
345 5917F/06 01-10-10416 TERSEDIA
345 6949A/06 01-10-10417 TERSEDIA
345 6949/06 01-10-10418 TERSEDIA
345 5917E/06 01-10-10419 TERSEDIA
345 5917D/06 01-10-10420 TERSEDIA
345 5917C/08 01-10-10421 TERSEDIA
345 5917B/06 01-10-10422 TERSEDIA
345 5917A/06 01-10-10423 TERSEDIA
345 5917G/06 01-10-10415 TERSEDIA

Abstrak

Peradialn merupakan wilayah multi-tafsir yaitu wilayah dimana setiap orangyangterlibat didalamnya mempunyai peran untuk membangun realitas peradilan. Dalam proses penafsiran itu situasi Chaos tidak dapat dihindari, aturan perundang-undangan yang biasanya merupakan alat pengendali proses dalam kenyataannya lebih sering disimpangi bahkan ditinggalkan sehingga yang dominan justru aturan main dan masing-masing si penafsir. Bagaimana peradilan menciptakan kontrol dalam proses pemeriksaan, serta bagaimana seharusnya masyarakat melakukan kontrol terhadap peradilan, sehingga peradilan menjadi birokrasi yang mempunyai akuntabilitas, adalah substansi utama buku ini. Dalam situasi demikian itu pembentukan kontrol akan bergerak berlawanan, pertama kearah yang negatif dan kedua kearah mpositif, namun bisa juga kedua nya tercampur baur dan tumpang tindih, Peradilan pidana sebagai konstruksi sosial menggambarkan realita pembentukan proses peradialn oleh aktor-aktor di dalamnya. Apakah peradilan bergerak semakin sehat dan masih menyisakan satu harapan sebagaimana digambarkan aturan perundang-undangan atau sebaliknya tidak ada harapan apapun didalmya? Secara rinci persoalan itu dapat dilihat didalam buku ini. Selamat membaca
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
25172. (2004). Wajah peradilan kita : konstruksi sosial tentang penyimpangan, mekanisme kontrol dan akuntabilitas peradilan pidana. Bandung : Refika Aditama
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.