Cover tidak tersedia
Judul
Ijtihad progresif Yasadipura II : dalam akulturasi islam dengan budaya jawa
Pengarang
Sri Sukandjati Sukri
No. Panggil
305.52
Penerbit
Tahun
Yogyakarta: Gramedia, 2004
Subjek
23628

Metadata Lengkap

041Kode Bahasa Indonesia
082No. Panggil DDC 305.52
100Entri Utama Nama orang 23627
245Judul Utama Ijtihad progresif Yasadipura II : dalam akulturasi islam dengan budaya jawa
250Edisi dan Cetakan
260aTempat Terbit
260bPenerbit
260cTahun Terbit Yogyakarta: Gramedia, 2004
300Deskripsi Fisik 355 hal : 22 cm
490Seri
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Yasadipura II adalah salah satu pujangga besar Keraton Surakarta yang hidup di tahun 1760-1845 M. Ia seorang pujangga keraton yang pernah menjadi satri di pesantren Tegalsari , Ponorogo dan keturunan Jaka Tingkir (Sultan Adiwijaya, Raja Pajang). Dari keluarganya tampillah pujangga-pujangga jawa yang terkenal, seperti Yasadipura I (sang ayah) dan Raden Ngabehi Ranggawarsita (Sang cucu).
Buku ijtihad Progresif Yasadipura II dalam Akulturasi Islam dengan Budaya Jawa ini mengupasn wujud akulturasi budaya yang digagas oleh Yasadipura II dalam Serat Sasanasunu untuk menyinergikan ajaran Islam yang berdasarkan tauhid dengan tradisi jawa keraton yang banyak bernuasa klenik. Misalanya dalam menyikapi keberadaan keris, Yasadipura II menyatakan bahwa orang yang percaya bahwa keris mempunyai roh dikatakan sebagai musyrik, satu pernyataan yang sama dengan pernyataan seorang santri.
Bahkan lebih jauh lagi, Yasadipura II membolehkan keris dijual atau digadaikan untuk menjamu/menghormati sorang tamu. Pernyataan keras juga dia kemukakan terhadap ramalan nasib yang berdasarkan wuku(pawukon), salah satu kepercayaan Jawa tentang adanya hari baik dan buruk yang banyak tersebr di masyarakat, yang diakui keakuratannya. Sebagai sorang pujangga-santri, dalam akulturasi budaya Jawa dengan Islam, Yasadipura II juga tidak jarang merasakan dilema dan mengalami pergumulan pemikiran.
Buku ini menawarkan cakrawala baru tentang hubungan Islam dengan budaya Jawa. Yang lebih penting lagi, buku ini akan membuktikan bahwa di antara penghuni keraton, ada bangsawan yang berpegang teguh pada ajaran Islam yang lurus, dan berani menentang arus kemusyrikan.
528Abstrak Bahasa Lain
536Sumber Pengadaan
590Sumber Koleksi Yayasan Adi Karya
650Subjek Topik 23628
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik Perpustakaan STIK
852Lokasi Lantai 2
902Harga
904Status Koleksi
905Eksemplar 1

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
305.52 3744-05 01-10-04528 TERSEDIA

Abstrak

Yasadipura II adalah salah satu pujangga besar Keraton Surakarta yang hidup di tahun 1760-1845 M. Ia seorang pujangga keraton yang pernah menjadi satri di pesantren Tegalsari , Ponorogo dan keturunan Jaka Tingkir (Sultan Adiwijaya, Raja Pajang). Dari keluarganya tampillah pujangga-pujangga jawa yang terkenal, seperti Yasadipura I (sang ayah) dan Raden Ngabehi Ranggawarsita (Sang cucu). Buku ijtihad Progresif Yasadipura II dalam Akulturasi Islam dengan Budaya Jawa ini mengupasn wujud akulturasi budaya yang digagas oleh Yasadipura II dalam Serat Sasanasunu untuk menyinergikan ajaran Islam yang berdasarkan tauhid dengan tradisi jawa keraton yang banyak bernuasa klenik. Misalanya dalam menyikapi keberadaan keris, Yasadipura II menyatakan bahwa orang yang percaya bahwa keris mempunyai roh dikatakan sebagai musyrik, satu pernyataan yang sama dengan pernyataan seorang santri. Bahkan lebih jauh lagi, Yasadipura II membolehkan keris dijual atau digadaikan untuk menjamu/menghormati sorang tamu. Pernyataan keras juga dia kemukakan terhadap ramalan nasib yang berdasarkan wuku(pawukon), salah satu kepercayaan Jawa tentang adanya hari baik dan buruk yang banyak tersebr di masyarakat, yang diakui keakuratannya. Sebagai sorang pujangga-santri, dalam akulturasi budaya Jawa dengan Islam, Yasadipura II juga tidak jarang merasakan dilema dan mengalami pergumulan pemikiran. Buku ini menawarkan cakrawala baru tentang hubungan Islam dengan budaya Jawa. Yang lebih penting lagi, buku ini akan membuktikan bahwa di antara penghuni keraton, ada bangsawan yang berpegang teguh pada ajaran Islam yang lurus, dan berani menentang arus kemusyrikan.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
23627. (Yogyakarta: Gramedia, 2004). Ijtihad progresif Yasadipura II : dalam akulturasi islam dengan budaya jawa. :
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.