Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika implementasi kebijakan zero over dimension dan over loading dalam perspektif pemolisian kolaboratif di wilayah hukum Polda Jawa Timur, serta merumuskan model pemolisian kolaboratif yang efektif dalam mendukung implementasi kebijakan tersebut. Fenomena over dimension dan over loading di wilayah hukum Polda Jawa Timur merupakan permasalahan yang kompleks (wicked problem) dengan dampak negatif sangat besar, antara lain penurunan kapasitas infrastruktur jalan dan ancaman terhadap keselamatan lalu lintas. Meskipun kebijakan tersebut telah dicanangkan sejak lama, namun hingga saat ini masih menghadapi penolakan yang kuat di lapangan, sehingga belum dapat diimplementasikan dengan optimal. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan kebijakan dengan respon yang terjadi di lapangan