Penanganan pengungsi Rohingya di Provinsi Aceh tidak hanya menghadirkan persoalan kemanusiaan, tetapi juga memunculkan dinamika sosial, mobilitas ilegal, serta potensi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan praktik pemolisian, mengidentifikasi faktor penyebab belum optimalnya pemolisian dalam menyentuh akar permasalahan sosial, serta merumuskan strategi pemolisian adaptif berbasis Problem-Oriented Policing (POP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumen.