Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam sistem administrasi kepangkatan Polri, khususnya fenomena bottleneck jabatan pada tingkat Perwira Menengah (Pamen) yang berdampak pada stagnansi karir, ketidakefisienan pemenuhan jabatan, serta potensi penurunan motivasi dan integritas personel. Dalam konteks reformasi internal Polri melalui pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri dan implementasi Peraturan Kepolisian tentang Sistem Manajemen Kinerja, administrasi kepangkatan diharapkan bertransformasi menjadi instrumen strategis dalam pembinaan karir berbasis meritokrasi dan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan administrasi kepangkatan anggota Polri, khususnya pada tingkat Pamen, dalam mendukung transformasi sumber daya manusia menuju organisasi yang presisi, profesional, transparan, dan akuntabel.