EFEKTIVITAS PROGRAM KANJURUAN STREET RACE DALAM PENCEGAHAN BALAP LIAR DI WILAYAH HUKUM POLRES MALANG
| Nama Orang : | ACHMAD AKROMSYAH ANSORI |
| Penerbitan : | Jakarta : STIK LEMDIKLAT POLRI, 2026 |
| Bahasa : | Indonesia |
| Deksipsi Fisik : | |
| Catatan Umum : | |
| Lembaga Pemilik : | Perpustakaan STIK |
| Lokasi : | Lantai 3 |
| No. Panggil | No. Barkod | Ketersediaan |
|---|---|---|
| 16-26-07311552 | TERSEDIA |
| Ulasan: |
| Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 60775 |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya balap liar di wilayah Polres Malang yang menimbulkan risiko tinggi terhadap keselamatan lalu lintas dan ketertiban masyarakat,sementara pendekatan represif dinilai belum mampu menyelesaikan akar permasalahan secara efektif. Oleh karena itu, diperlukan strategi pencegahan yang lebih komprehensif melalui pendekatan pemolisian masyarakat (Polmas) dan Program Kanjuruhan Street
Race guna mengalihkan perilaku balap liar ke kegiatan yang lebih aman, terkontrol, dan edukatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya pencegahan balap liar oleh
Satlantas Polres Malang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya.
Penelitian menggunakan Teori Pencegahan Kejahatan dan Teori Problem Oriented Policing, didukung konsep pemolisian masyarakat, konsep balap liar, dan ilmu
kepolisian. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menganalisis permasalahan secara mendalam. Data diperoleh melalui wawancara,observasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian,dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satlantas Polres Malang menerapkan strategi preventif dan kolaboratif berupa sosialisasi, patroli, pelibatan masyarakat, serta
penyediaan wadah balap yang aman dan legal melalui Program Kanjuruhan Street Race. Langkah ini berhasil menekan intensitas balap liar dan mendorong perubahan
perilaku remaja. Faktor internal yang mendukung meliputi kepemimpinan adaptif, integrasi kebijakan, danpeningkatan kapasitas SDM, namun terkendala oleh adaptasi anggota yang belum merata, keterbatasan personel, koordinasi antar fungsi, serta sarana prasarana. Faktor eksternal meliputi dukungan masyarakat, keterlibatan komunitas balap, dan perubahan perilaku peserta, sedangkan kendalanya berupa rendahnya kepedulian sebagian masyarakat, budaya remaja, dan pengaruh media sosial.
Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan pemolisian masyarakat dan Program Kanjuruhan Street Race cukup efektif dalam menurunkan aktivitas balap liar serta
meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Namun, efektivitasnya masih dibatasi oleh keterbatasan kapasitas personel, sarana, dan dinamika budaya remaja. Satlantas Polres Malang perlu memperkuat koordinasi, kapasitas SDM, dukungan sarana, serta keberlanjutan program agar pencegahan balap liar dapat berjalan lebih optimal dan
konsisten.
Race guna mengalihkan perilaku balap liar ke kegiatan yang lebih aman, terkontrol, dan edukatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya pencegahan balap liar oleh
Satlantas Polres Malang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya.
Penelitian menggunakan Teori Pencegahan Kejahatan dan Teori Problem Oriented Policing, didukung konsep pemolisian masyarakat, konsep balap liar, dan ilmu
kepolisian. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menganalisis permasalahan secara mendalam. Data diperoleh melalui wawancara,observasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian,dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satlantas Polres Malang menerapkan strategi preventif dan kolaboratif berupa sosialisasi, patroli, pelibatan masyarakat, serta
penyediaan wadah balap yang aman dan legal melalui Program Kanjuruhan Street Race. Langkah ini berhasil menekan intensitas balap liar dan mendorong perubahan
perilaku remaja. Faktor internal yang mendukung meliputi kepemimpinan adaptif, integrasi kebijakan, danpeningkatan kapasitas SDM, namun terkendala oleh adaptasi anggota yang belum merata, keterbatasan personel, koordinasi antar fungsi, serta sarana prasarana. Faktor eksternal meliputi dukungan masyarakat, keterlibatan komunitas balap, dan perubahan perilaku peserta, sedangkan kendalanya berupa rendahnya kepedulian sebagian masyarakat, budaya remaja, dan pengaruh media sosial.
Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan pemolisian masyarakat dan Program Kanjuruhan Street Race cukup efektif dalam menurunkan aktivitas balap liar serta
meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Namun, efektivitasnya masih dibatasi oleh keterbatasan kapasitas personel, sarana, dan dinamika budaya remaja. Satlantas Polres Malang perlu memperkuat koordinasi, kapasitas SDM, dukungan sarana, serta keberlanjutan program agar pencegahan balap liar dapat berjalan lebih optimal dan
konsisten.
:: Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)
LONTAR 4 :: Library Automation and Digital Archive


