Abstrak
Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk memahami dinamika kerumunan dalam konteks sosial Indonesia melalui kajian terhadap Peristiwa Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur. Tragedi tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, tetapi juga menunjukkan adanya keterkaitan antara kondisi sosial, psikologi massa, pola pengamanan, dan kegagalan mitigasi risiko dalam pengelolaan kerumunan pertandingan sepak bola. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerentanan dan dinamika kerumunan dalam Peristiwa Kanjuruhan serta merumuskan model pemolisian kerumunan berbasis mitigasi risiko dan komunikasi krisis. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis yang memandang realitas sosial terbentuk melalui interaksi dan interpretasi antaraktor dalam suatu peristiwa sosial