Abstrak
Penelitian ini mengkaji model pelestarian Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) di Indonesia melalui integrasi Teori Nudge dan pemolisian kolaboratif sebagai strategi memperkuat perlindungan kebudayaan tak benda sebagaimana nilai-nilai yang dipedomani UNESCO. Tantanganglobalisasi, klaim budaya, serta rendahnya kesadaran masyarakat menunjukkan bahwa pendekatan normatif dan koersif
tidak lagi dapat efektif, sehingga diperlukan metode yang lebih adaptif dan partisipatif. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, observasi partisipatif, wawancara mendalam, teknik Delphi, dan analisis dokumen kebijakan, penelitian ini menganalisis pola
kolaborasi antara Polri, komunitas budaya, pemerintah, berkelanjutan, sekaligus memperluas makna keamanan dari penegakan hukum menuju cultural security. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inkorporasi Teori Nudge dalam pemolisian kolaboratif menawarkan paradigma inovatif dalam perlindungan WBTb Indonesia dan berpotensi menjadi rujukan bagi kebijakan nasional dalam memperkuat identitas budaya dan demokrasi partisipatoris dalam pembangunan nasional.