Abstrak
Penelitian ini mengeksplorasi fenomena kesehatan mental digital pada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), khususnya Bintara Remaja Polda Metro Jaya. Kontribusi ilmiah utama penelitian ini adalah membangun sebuah model komprehensif yang menjelaskan mekanisme Fear of Missing Out (FoMO) dalam lingkungan semimiliter dengan tekanan operasional tinggi, mengisi celah literatur yang selama ini didominasi oleh populasi masyarakat umum. Berdasarkan kesenjangan empiris, penelitian ini mengintegrasikan Penggunaan Media Sosial Bermasalah sebagai mediator dan jenis kelamin sebagai moderator untuk menguji stabilitas dampak digital pada populasi dengan disiplin hierarki yang ketat.