Abstrak
enyalahgunaan badik tradisional di Kabupaten Wajo merupakan fenomena kompleks yang berakar pada status badik sebagai simbol budaya masyarakat Bugis. Namun, kendala penanggulangan penyalahgunaan badik oleh masyarakat Bugis berasal dari masalah budaya dan sosial seperti badik sebagai simbol kehormatan, identitas, dan alat perlindungan diri yang kuat, yang mungkin menghalangi penegakan hukum atau aturan baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerangka operasional pemolisian berbasis pendekatan POP yang menitikberatkan pada kolaborasi untuk menekan angka kriminalitas yang disebabkan oleh penyalagunaan badik di Wajo.