Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pemolisian dalam penanganan kekerasan yang dilakukan oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) dengan mempertimbangkan pengaruh relasi kuasa politik di baliknya. Fenomena kekerasan oleh ormas di Indonesia menunjukkan adanya dinamika kompleks antara penegakan hukum, kepentingan politik, dan stabilitas sosial. Dalam sejumlah kasus, ormas tidak hanya berperan sebagai wadah partisipasi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen kekuasaan politik yang memiliki pengaruh terhadap proses penegakan hukum. Kondisi ini menimbulkan dilema bagi kepolisian dalam menjaga netralitas dan profesionalismenya ketika menghadapi pelaku yang memiliki afiliasi atau dukungan politik tertentu.