Abstrak
enelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas ancaman keamanan di lingkungan Mabes Polri yang tidak lagi terbatas pada aspek fisik, tetapi juga mencakup dimensi personel dan keamanan informasi. Temuan awal menunjukkan adanya kesenjangan antara penerapan sistem pengamanan yang berjalan dengan standar manajemen risiko terintegrasi, sebagaimana diamanatkan dalam kebijakan internal Polri. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerentanan sistemik, terutama akibat fragmentasi sistem, keterbatasan deteksi dini, serta belum optimalnya integrasi teknologi dan faktor sumber daya manusia.