Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemimpinan transformasional dan keterlibatan kerja terhadap kinerja anggota Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini didasarkan pada premis bahwa dalam organisasi penegak hukum dengan karakteristik hierarkis dan tugas kompleks seperti kepolisian, pengaruh kepemimpinan dan keterlibatan kerja terhadap kinerja tidak terjadi secara langsung, melainkan dimediasi oleh motivasi sebagai mekanisme psikologis internal yang mengaktifkan perilaku kerja produktif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan paradigma positivistik dan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang didistribusikan kepada anggota Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dengan total responden memenuhi standar minimal untuk analisis Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Instrumen pengukuran mencakup kepemimpinan transformasional (4 dimensi, 20 item), keterlibatan kerja (3 dimensi, 9 item), motivasi kerja (6 dimensi, 37 item), dan kinerja anggota (3 dimensi, 18 item). Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS 4.0 dengan pengujian model pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model).