Abstrak
Perkembangan media sosial telah mengubah pola pembentukan opini masyarakat terhadap institusi kepolisian. Informasi mengenai tindakan aparat penegak hukum dapat dengan cepat menjadi viral dan memunculkan tekanan publik yang berpotensi memengaruhi proses penegakan hukum. Dalam konteks tersebut, media framing tidak hanya membentuk persepsi masyarakat mengenai kinerja kepolisian, tetapi juga memengaruhi legitimasi institusi dan pola respons aparat di
lapangan. Fenomena tersebut terlihat pada berbagai kasus viral di Kabupaten Kebumen yang memperlihatkan kuatnya pengaruh opini publik terhadap dinamika penegakan hukum