Abstrak
Penelitian ini mengkaji mekanisme pelaksanaan Close Quarters Battle (CQB) oleh Tim Tindak Densus 88 Anti Teror dalam konteks operasi Raid Planning and Execution (RPE). CQB merupakan bentuk operasi taktis berisiko tinggi yang dilaksanakan dalam ruang terbatas dengan tingkat ancaman yang dinamis dan tidak terduga, sehingga memerlukan integrasi antara akurasi intelijen, perencanaan yang matang, koordinasi operasional, serta dukungan logistik yang memadai. Dalam praktiknya, pelaksanaan CQB di lapangan masih dihadapkan pada berbagai kendala yang berpotensi mempengaruhi efektivitas operasi dan keselamatan personel.