Abstrak
Penelitian ini berfokus pada kajian hubungan antara persepsi masyarakat terhadap implementasi sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan tingkat kepatuhan berlalu lintas di wilayah DKI Jakarta. Permasalahan yang diangkat adalah belum diketahuinya secara empiris seberapa besar hubungan antara kedua variabel tersebut, mengingat ETLE merupakan instrumen penegakan hukum lalu lintas berbasis teknologi yang relatif baru namun telah diimplementasikan secara masif di DKI Jakarta dengan lebih dari 244 titik kamera statis. Tujuan penelitian adalah menguji secara statistik signifikansi dan kekuatan hubungan antara persepsi masyarakat terhadap ETLE dengan kepatuhan berlalu lintas, serta menganalisis implikasinya bagi kebijakan penegakan hukum lalu lintas.