Abstrak
Penelitian ini menganalisis transformasi pengawasan barang bukti narkotika di Polres Banjarbaru serta dampaknya terhadap akuntabilitas dan kepercayaan publik. Fokus penelitian meliputi pemahaman akuntabilitas, bentuk transformasi, faktor yang memengaruhi kepercayaan masyarakat, serta penilaian masyarakat terhadap efektivitas transformasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus intrinsik. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 20 informan (internal Polres, tokoh masyarakat, akademisi, jurnalis, LSM, mantan tersangka) dan observasi lapangan. Data sekunder bersumber dari dokumen resmi dan peraturan perundang-undangan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat kesenjangan pemahaman akuntabilitas antara aparat (prosedural) dan masyarakat (substantif); (2) Polres Banjarbaru telah melakukan transformasi pada aspek prosedural, fisik, pengawasan, dan publik; (3) faktor pendorong kepercayaan meliputi pemusnahan terbuka, respons cepat, dan edukasi publik, sementara faktor penghambat meliputi isu historis, stereotip negatif, dan dominasi berita negatif media; (4) masyarakat menilai transformasi cukup efektif, namun masih ada skeptisisme.