Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap eksklusivitas pelayanan serta praktik non-prosedural dalam proses penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) di wilayah Polda Metro Jaya, serta memahami implikasi persepsionalnya terhadap keselamatan berlalu lintas. Sistem penerbitan SIM pada dasarnya dirancang sebagai mekanisme seleksi untuk memastikan bahwa setiap pemohon memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan dalam mengemudikan kendaraan bermotor secara aman. Namun dalam praktiknya, terdapat persepsi di masyarakat mengenai adanya perlakuan yang tidak selalu seragam dalam proses pelayanan, termasuk kemunculan jalur alternatif yang tidak sepenuhnya mengikuti tahapan prosedural yang telah ditetapkan.