Abstrak
Meningkatnya intensitas unjuk rasa yang berpotensi anarkis di wilayah hukum Polda Metro Jaya menuntut kesiapan operasional yang optimal dari personel Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri dalam menghadapi dinamika massa yang kompleks dan berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional personel dalam penanganan unjuk rasa anarkis, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen. Analisis data dilaksanakan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan kerangka teori manajemen POAC dan analisis SWOT.