Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi keberadaan anggota yang merupakan salah satu faktor utama untuk diintegrasikan ke dalam seluruh sistem sumber daya manusia, sehingga kemampuan yang dimiliki anggota merupakan faktor kunci keberhasilan dan keunggulan pada organisasi. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan pengalaman kerja terhadap kinerja personel kepolisian di Polres Berau Kaltim dengan employee engagement sebagai variabel intervening. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori peran yang menekankan hakikat individu sebagai subjek sosial, yang belajar berperilaku sesuai dengan posisinya di lingkungan kerja dan sosial. Pendekatan dan desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Cross-sectional Research. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh personel kepolisian di Kantor Polres Berau Kalimantan Timur yaitu rill Polri sebanyak 274 personel. Dengan sampel 274 personel di Kantor Polres Berau Kalimantan Timur, menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik analisis data menggukan path analysis (analisis jalur) dengan SPSS Ver. 26 Hasil penelitian menunjukan : 1) terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan budaya organisasi terhadap employee engagement, 2) terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan pengalaman kerja terhadap employee engagement, 3) terdapat pengaruh langsung budaya organisasi terhadap Kinerja personel kepolisian, 4) terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan pengalaman kerja terhadap Kinerja personel kepolisian, 5) tidak terdapat pengaruh langsung employee engagement terhadap kinerja personel kepolisian, 6) tidak terdapat pengaruh tidak langsung budaya organisasi terhadap kinerja personel kepolisian dengan Employee engagement sebagai variabel intervening, 7) tidak terdapat pengaruh tidak langsung pengalaman kerja terhadap Kinerja personel kepolisian di Polres Berau Kaltim dengan Employee engagement sebagai variabel intervening. Oleh karena itu, disarankan untuk mencapai kinerja personel kepolisian yang baik maka dibutuhkan budaya organisasi dan pengalaman kerja, sedangkan employee engagement tidak dapat mempengaruhinya.