Abstrak
Masalah kejahatan dan deliquency anak di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosio-budaya zamannya. Sebab setiap periode sifatnya khas, dan memberikan jenis tantangan khusus kepada generasi muda sehingga anak-anak muda ini mereaksi dengan cara yang khas pula terhadap stimuli sosial yang ada. Reaksi itulah yang kemudian menjadi gejala kenakalan remaja yang semakin meluas baik frekuensi maupun keseriusan kualitas kejahatannya.