Abstrak
Buku ini ingin merajut jarak atau kesenjangan antara kehidupan politik dan moral agama atau bahkan bisa menghilangkan jarak. Artinya, semua tindakan dan kebijakan politik tidak bisa dibenarkan, jika keluar dari moralitas universal yang juga diajarkan oleh agama. Realitas sosial politik yang cenderung seperti perilaku lomba panjat pinang ketika menyambut acara peringatan Kemerdekaan Indonesia terjadi karena agama tidak dipahami substansinya, yakni nilai- nilai dasarnya. Agama, bahkan seringkali dipahami sebagai sesuatu yang serba formal, kaku, keras dan tidak toleran serta tidak mengarah pada misi agama yang sejatinya. Karenanya, buku ini layak dibaca, terutama oleh para pembuat kebijakan di berbagai tingkatan, pemikir, dan pemerhati sosial politik, serta penggiat moral agama. Semoga buku ini dapat menjadi teman perenungan dan diskusi untuk bersama - sama memperbaiki segara dan masyarakat yang sedang dilanda "prahara" ke arah yang lebih baik dan bermartabat.