Abstrak
Ketika memasuki milenium kerja banyak bangsa di dunia makin menyadari bahwa bermodalkan kekayaan sumber daya alam (SDA) semata, tidak lagi dapat diandalkan untuk mampu bersaing dengan bangsa lain. Modal SDA itu penting, meskipun orang akan menjadi bermental primitif. Di sini pulalah, makin muncul kesadaran baru untuk berusaha menyiapkan manusia masa depan yang bermutu, baik melalui pendidikan, pelatihan, maupun penataran, dan sejenisnya.