Abstrak
Topik bahasan skripsi ini diangkat dari adanya pelaksanaan program pelayanan SIM keliling oleh Satlantas Polwil Pekalongan. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini bagaimana pelayanan SIM keliling yang dibahas dengan menggunakan teori kualitas pelayanan dan teori manajemen. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus, dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan pengamatan, wawancara dan telaah dokumen. Skripsi ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program pelayanan SIM keliling ini telah menerapkan dimensi pelayanan dengan prinsip-prinsip manajemen dan juga telah mempedomani Skep/1320/VIII/1998 tantang Pelayanan Polri di era reformasi. Namun banyak hambatan yang terjadi pada saat pelaksanaan program pelayanan SIM keliling yaitu kurangnya sosialisasi, lemahnya koordinasi dengan pihak penyelenggara, minim sarana dan prasarana serta persepsi masyarakat akan pelayanan SIM keliling yang dilakukan oleh Polwil Pekalongan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan SIM Keliling antara lain : 1) Faktor internal adalah faktor sumber daya manusia personil Satlantas Polwil, faktor aturan yang mengatur prosedur penerbitan SIM Keliling walaupun masih sebatas TR, Faktor sarana dan prasarana yang belum lengkap serta adanya kemungkinan tindakan penyimpangan kewenangan yang dilakukan oleh personil untuk memanfaatkan jabatannya memperlancar pelayanan SIM kepada masyarakat di luar prosedur. 2) Faktor eksternal yaitu faktor keinginan masyarakat yang kuat untuk memiliki SIM dan kesadaran masyarakat tentang aturan lalu lintas dan faktor adanya budaya di masyarakat yang ingin memperlancar segala urusannya di kantor polisi khususnya pelayanan SIM di luar prosedur. Kesimpulan bahwa progam pelayanan SIMKeliling yang dilaksnakan oleh Polwil Pekalongan berpedoman pada Skep/1320?VIII/1998 dan dalam pelaksanaannya sesuai dengan teori kualitas pelayanan yang dilakukan melalui prosedur yang sederhana dan praktis, tindakan yang cepat, tepat dan tuntas serta dengan biaya yang sah dan wajar serta terjangkau oleh masyarakat. Berdasarkan kesimpulan maka peneliti mengemukakan beberapa saran: 1) Perlunya penambahan Bus SIM Keliling, 2) Perlunya peningkatan kualitas personil yang mengemban tugas pelayanan SIM keliling, 3) Perlunya peningkatan teknologi melalui jaringan yang online, 4) Perlunya memperbanyak pelaksanaan progam pelayanan SIM keliling.