Abstrak
Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memiliki sumber daya alam yang berasal dari lereng gunung Merapi, yaitu aliran sungai yang mengandung pasir. Namun, pada perkembangan selanjutnya masyarakat setempat melakukan penggalian (eksploitasi) besar-besaran terhadap pasir-pasir sungai yang ada, tanpa lagi memperhatikan kondisi lokasi sungai dimana penambangan pasir tersebut dilakukan, sehingga menimbulkan dampak bagi kelestarian lingkungan. Menghadapi tindak pidana yang dilakukan, maka diperlukannya langkah-langkah khususnya oleh Polres Magelang untuk melakukan tindakan represif berupa penegakan hukum. Peranan polisi sangat diharapkan oleh masyarakat, sebab salah satu ukuran keberhasilan kinerja polisi yaitu pada kemampuan serta konsistensinya pada penegakan hukum. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor kunci Polri dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, karena tanpa sumber daya manusia yang baik, Polri tidak akan dapat menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat dengan baik. Dengan demikian efektifitas dari sebuah penegakan hukum jelas dipengaruhi oleh karakteristik penegak hukumnya. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah adakah hubungan antara karakteristik penyidik Sat Reskrim Polres Magelang dengan cfektifitas penegakan hukum penambangan pasir ilegal di lereng Gunung Merapi, berapa besar hubungannya, serta besarnya hubungan masing-masing faktor dari karakteristik penyidik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, untuk melihat berapa besar hubungan antara 2 (dua) variabel tersebut. Teknik sampling yang digunakan adakah jenuh atau sensus. Pengumpulan data melalui sebar kuesioner, observasi dan dokumentasi. Analisa data dengan Cara perhitungan regresi melalui SPSS. Temuan penelitian menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik penyidik anggota Satuan Reskrim Polres Magelang dengan efektivitas penegakan hukum penambangan pasir ilegal di Lereng gunung Merapi dengan persamaan regresi Y = 3.854 + 0.03149X. Besar korelasi : 5,4% Besar korelasi masing-masing faktor : Keahlian dibidangnya 25,4%.: Pengalaman kerja 13,8%. Latar belakang akademis (pendidikan) 10,5%, Kredibilitas dari instansi 3,7%. Adapun saran atau rekomendasi yang bisa diberikan dalam hai ini, antara lain meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta menciptakan iklim atau lingkungan kerja yang mendukung sehingga diharapkan dengan suasana kerja yang mendukung akan meningkatkan motivasi para anggota.