Abstrak
Runtuhnya rezim orde baru segera diikuti dengan munculnya konflik kekerasan di berbagai wilayah Indonesia. baik dalam dimensi vertikal maupun horizontal yang seakan menemukan momentumnya pada saat bangunan kebangsaan sedang goyah. Stabilitas nasional yang menjadi jargon selama lebih dari 30 tahun justru menemukan antitetisnya ketika kemarahan dan kebencian berakumulasi menjadi amuk massa. Penyebab timbulnya konflik sangat kompleks dan kadang telah memiliki akar sejarah yang panjang. Dimensi politik, ekonomi, sosial dan budaya yang saling tumpang tindih menyebabkan upaya resolusi konflik juga tidak mudah. Konflik horisontal dan vertikal pasca orde baru menjadi catatan sejarah hitam negeri ini. Ribuan nyawa anak negeri terenggut dan destruksi massa yang ditimbulkan oleh konflik=konflik tersebut telah memberi pelajaran berharga bahwa negeri yang selalu membanggakan kemajemukan ini ternyata masih teramat rapuh. integrasi lebih merupakan sebuah jargon politik ketimbang kenyataan.