Abstrak
Buku ini mengulas sepak kelompok-kelompok milisi atau laskar yang dibangun atas dasar kepentingan politik dan ekonomi kelompok atau golongan tertentu yang kadang kala mengatas namakan "kepentingan bangsa dan negara. Di Timor timur, kelompok-kelompok milisi memainkan peran yang baik untuk mereproduksi apa yang dikenal sebagai suatu bentuk-bentuk terorisme negara dengan dalih nasionalisasinya. Di Jakarta, Ambon, Aceh dan Mataram kelompok-kelompok laskar yang mengusung simbol-simbol agama, memainkan peran yang baik untu mereproduksi apa yang dikenal sebagai bentuk anarkisme golongan. Dalam konteks perpolitikan Indonesia dan unsur ini, nasionalisme sempit dan fanatisme agama tampaknya merupakan dua konsep penting untuk bangkitnya kembali kediktatoran baru militerisme, bahkan bahaya fasisme yang dikamuflase dalam suatu gerakan populis dengan pengorganisasian secara militer. Pendek kata dalam sejarah politik indonesia kontemporer mlisi atau laskar selalu dikonotasikan secara negatif dengan tidakan-tindakannya yang cenderung anti kemanusiaan.